Bandung Smart Card Permudah Transaksi Warga Kota Kembang

Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Srie Dhiandini. Foto:Nur Fidiah Shabrina/Pojokbandung

Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Srie Dhiandini. Foto:Nur Fidiah Shabrina/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Kembang, Bandung, tak hentinya mengeluarkan inovasi-inovasi yang mempermudah warganya. Setelah dinobatkan sebagai Bandung Smart City, sebentar lagi pemerintah kota akan mengeluarkan Bandung Smart Card sebagai alat pembayaran non tunai yang bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kartu pintar multifungsi ini rencananya akan secara resmi diluncurkan pada hari Senin, 13 Agustus mendatang oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Plaza Balaikota Bandung.

Kehadiran Bandung Smart Card diharapkan mampu mempermudah dalam melakukan transaksi dan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kartu ini nantinya dapat digunakan untuk transaksi transportasi, koperasi, perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung.

Sekilas kartu ini memang mirip dengan kartu pembayaran yang ada di negara tetangga, Singapura. Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung, Srie Dhiandini, mengaku proyek rencana ini sejak awal memang ingin seperti disana (Singapura). Kemudahan bertransaksi tanpa mengeluarkan uang tunai dianggap sebagai sesuatu yang harus segera diterapkan.

“Bandung Smart Card coba di integrasikan dengan Bandung Smart City. Kami mengeluarkan ini agar masyarakat bisa lebih mudah nantinya bertransaksi tanpa mengeluarkan uang tunai dan bisa digunakan diseluruh wilayah kota Bandung,” ujarnya ditemui di Taman Sejarah Balai Kota, Jalan Wastukencana, Kamis (9/8/2018).

Nantinya, Bandung Smart Card bisa dipakai untuk transportasi publik seperti trans metro bandung dan bike sharing. Meski sekarang sudah ada alat serupa (e-card) namun wanita yang biasa dipanggil Dini ini mengungkapkan bahwa kartu ini seperti identitas baru kota Bandung.

Ditempat yang sama, Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolan Uang Rupiah dan Keuangan Implusif Bank Indonesia, Hermawan N, mengatakan Bank Indonesia sangat mendukung program tersebut. Sampai saat ini sudah ada delapan bank yang ikut andil dalam program ini dan menjadi tempat untuk top up kartu.

“Sudah ada delapan perbankan yang tandatangan kerjasama dengan Pemkot untuk program ini. Saya harap kedepannya lebih banyak lagi bank-bank yang ikut partisipasi agar lebih mudah top up nya,” jelasnya dihadapan awak media.

Selain top up di bank yang sudah ditentukan, nantinya para pemegang kartu bisa juga mengisinya di merchant-merchant yang sudah bekerja sama dan minimarket. Hermawan mengungkapkan kelebihan dari kartu ini adalah masyarakat bisa melakukan transaksi tanpa mengeluarkan uang tunai, hal itu dianggap lebih aman dan efisien dibandingkan harus membawa uang tunai dengan nominal yang besar.

Ada dua jenis kartu yang bisa dipilih yakni uang elektronik dan kartu debit. Untuk uang elektronik, warga bisa membelinya saat peluncuran Bandung Smart Card dan tidak perlu menjadi nasabah bank. Sistemnya, pemegang kartu hanya perlu top up kartu sesuai dengan keinginan. Sedangkan kartu debit, harus menjadi nasabah bank terlebih dahulu.

“Bisa dipilih sesuai keinginan dan kemampuan. Intinya disini kami memberikan kemudahan dan ingin menjadikan Bandung Smart Card sebagai oleh-oleh untuk para wisatawan,” ungkapnya.

Sebagai tahap awal, Pemkot Bandung mencetak 250 kartu dan target seluruh ASN memilikinya.

(fid/pojokbandung)

 

loading...

Feeds