TMMD ‘Bedah Rumah’, Sulap Rumah Elis Jadi Layak Huni

BANTU SATGAS TMMD: Elis bersama warga lainnya bersemangat mengaduk pasir dan semen membantu Satgas TMMD yang membedah rumahnya yang sudah lapuk menjadi layak huni di wilayah Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Sabtu (21/7) lalu.

BANTU SATGAS TMMD: Elis bersama warga lainnya bersemangat mengaduk pasir dan semen membantu Satgas TMMD yang membedah rumahnya yang sudah lapuk menjadi layak huni di wilayah Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Sabtu (21/7) lalu.

POJOKBANDUNG.com SUBANG – Wajah Elis sumringah saat mendengar rumahnya mendapat bantuan “Bedah Rumah” TMMD. Bagaimana tidak, Elis yang merupakan putri Ramidi, tergolong keluarga kurang mampu di kampungnya.

Makanya tak heran saat mendengar rumah yang ditempati bersama keluarganya itu akan direhab, Elis begitu gembira. Ia bahkan terjun langsung membantu para kru Satgas TMMD yang akan menyulap rumahnya menjadi layak huni, sejak Sabtu (21/7/2018 ) lalu. Selain Elis, para warga lainnya juga turut membantu tim Satgas “Bedah Rumah” TMMD.

Rumah Elis yang dulu berdinding bilik bambu dan nyaris roboh, dalam sepuluh hari akan berdiri kokoh dengan dinding permanen. Rumahnya hanya berukuran 42 meter persegi. Mereka sudah puluhan tahun menghuni bilik lapuk itu. Keluarga ini harus rela terkena hujan, karena atap yang berasal dari genteng sudah banyak yang retak, sehingga bocor saat hujan tiba. Dinding dan lantai rumah mereka pun juga begitu. Bahkan, atap depan rumahnya yang disangga dengan kayu juga mulai miring.

Elis tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Elis yang sehari-hari menjaga dan merawat kedua orangtuanya itu sibuk dan membantu menyiapkan adukan pasir dan semen untuk tim Satgas TMMD yang membangun rumah tempat tinggalnya.

Sebentar lagi ia dan keluarganya memiliki rumah yang layak huni. Apalagi ibunya sudah tak bisa banyak beraktifitas karena lumpuh. “Ibu sudah tidak bisa kemana-kamana, karena sakit. Sementara bapak juga sudah tua,” ujar Elis dengan nada sedih. Mimpinya memiliki rumah yang layak sebentar lagi terwujud.

Program “Bedah Rumah” ke-102 ini awalnya direcanakan hanya bersifat rehab, tapi karena kondisi material rumah itu tidak memungkinkan untuk rehab sebagian, sehingga Satgas TMMD membedah secara keseluruhan. “Kalau tidak dibangun semua, ya gimana, karena kondisinya kan seperti itu,” kata Elis.

Ia juga tidak keberatan jika keluarganya harus menyiapkan kebutuhan material yang tidak tercover program TMMD. Bahkan, Elis mengajak keluarga dan tetangganya untuk ikut bersama anggota Satgas TMMD mengerjakan rumah yang ditempatinya. “Biar kokoh, sekali bangun untuk selamanya,” tandasnya.

Memasuki hari kesepuluh TMMD, rumah Elis sudah memasuki tahap pengerjaan atap. Banyak perubahan dari rumah sebelumnya. Sebelum rehab rumah ini menghadap ke samping, kini menghadap ke jalan dengan desain dan interior mengesankan. Sementara jumlah kamar menjadi tiga, sebelumnya hanya dua kamar tidur. Ruang tamu, dapur dan kamar mandi juga sudah tersedia.

Kegiatan TMMD disambut positif warga setempat. Ade Rahmat, warga setempat, mengapresiasi TNI melalui program TMMD, khususnya segmen fisik, seperti membangun jalan dan “Bedah Rumah”.

“Selain sepuluh rumah yang mendapat program “Bedah Rumah”, masih banyak rumah yang harus dibangun, belum tersentuh Program Rutilahu, meskipun sudah didata karena faktor kuota bantuan. Tapi alhamdulillah, adanya TMMD banyak warga di sini yang terbantu,” puji Ade.

Ia berharap, kuantitas program TMMD lebih diperbanyak lagi tahun berikutnya. “Saya sangat salut dengan kegiatan TMMD,” kata Ade yang merupakan tokoh di daerah tersebut.

Sementara itu, Dandim 0605/Subang, Letkol Inf Fikri Ferdian mengatakan, Program TMMD salah satunya bertujuan menyentuh kesejahteraan masyarakat, termasuk kepemilikan rumah layak huni bagi warga. “Melalui program ini, TNI bersama-sama Pemkab setempat membuat rumah tidak layak huni menjadi layak huni,” tandas Dandim.

Kodim 0605/Subang sendiri menurunkan 150 personil dari TNI AD, AU dan AL dalam Program TMMD yang digelar hingga 8 Agustus mendatang. Pada TMMD ke-102 tahun ini selain membuka dan membenahi jalan penghubung, kegiatan fisik lainnya adalah merenovasi sepuluh unit rumah warga, empat musala, pos kamling. Sementara nonfisik adalah penyuluhan pertanian, pengobatan gratis, penyuluhan hukum, memberikan ceramah wawasan kebangsaan yang melibatkan intansi pemerintahan setempat.

(mun)

loading...

Feeds