Pembina SOG Rescue, Dadang Ronda dan Denny M Biskat Prihatin Minimnya Perhatian untuk Korban Ledakan Pabrik Kayu di Ciamis

Korban ledakan pabrik kayu dirawat di RSHS. Foto:Istimewa

Korban ledakan pabrik kayu dirawat di RSHS. Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembina SOG Rescue yang juga Ketua Forum Relawan PB Jabar sekaligus Komandan Rescue 724 First Responder, Dadang Ronda menyayangkan lambatnya respon BPBD Ciamis terhadap dua korban ledakan pabrik kayu di Ciamis.

“Bagaimana melindungi masyarakat, perlindungan terhadap relawan yang membantu korban juga tidak ada. Pemerintah (BPBD) mestinya hadir terhadap anggotanya setidaknya ngasih support kepada korban, begitu pula yang memiliki pabrik harus ada kepedulian,” ujar Dadang Ronda, usai menjenguk salah seorang korban ledakan di RSHS Bandung, Minggu malam (22/7/2018).

Pembina SOG Rescue yang juga Ketua Forum Relawan PB Jabar sekaligus Komandan Rescue 724 First Responder, Dadang Ronda menengok korban ledakan pabrik kayu di RSHS.Foto:Istimewa

Menurut Dadang Ronda, jaminan keselamatan sangat urgent. ”Dalam hal ini, baik bagi rescuer maupun bagi pekerja pabrik. Supaya tidak merasa ditelantarkan  saat terjadi bencana begini,” tutur Dadang Ronda.

Senada dengan Dadang Ronda, Pendiri dan Pembina SOG Rescue, Denny M Biskat, juga menyayangkan minimnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan kebakaran tersebut.

”Semoga menjadi perhatian. Ketika ada relawan yang membantu petugas Damkar seperti di Ciamis ini, semua harus berpegang teguh pada SOP,” ujar Denny.

”Saya juga berharap, masalah jaminan kesehatan (BPJS) untuk para relawan juga harus diprioritaskan. Sebab, peran para relawan ini tidak bisa dianggap sepele, karena mereka sudah berjuang mempertaruhkan nyawa,” sambung Denny.

Disinggung soal SOG Rescue, Denny mengatakan,  SOG Rescue didirikan pada tanggal 11-11-2011 bersama H Dadang Ronda, Ir. Erwin Yulizar, dan Tono S.

loading...

Feeds