Ridwan Kamil Tantang BPR untuk Mengkredit Mesra Kan Jabar

Walikota Bandung, Ridwan Kamil rapat bersama PD BPR Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: muhammad indmas/job17/pojokbandung

Walikota Bandung, Ridwan Kamil rapat bersama PD BPR Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: muhammad indmas/job17/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung yang juga Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil menggelar rapat bersama PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, dalam keterangannya yakni menghentikan pinjaman kepada pejabat-pejabat dan BPR harus menjadi bank rakyat kecil.

”Kalau BPR tadi melaporkan kemajuan luar biasa dari kredit mikro, melaporkan juga ada aset-aset masa lalu ya peminjaman pejabat-pejabat yang saya sudah hentikan. Nilainya saya tidak hafal, intinya tidak boleh ada lagi peminjaman individu dengan skala yang tidak prudent atau tidak terukur, jadi fokus saya bilang BPR itu harus menjadi banknya rakyat kecil (Bank Mikro) produk unggulannya bagus, melati kemudian mesra dan bagja kira-kira begitu,” katanya saat ditemui seusai rapat di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum No.56 Kota Bandung, Rabu (18/07/2018).

Ridwan Kamil mengaku memberi tantangan kepada BPR untuk siap mengkredit mesra kan se-Jawa Barat.

“MPL nya kurang dari 5 persen dan sudah lebih dari 16 ribu warga bandung tertolong hidupnya oleh kredit yang basisnya sangat mudah proses dan persyaratannya, sambil saya tantang tadi BPR, apakah siap untuk meng-kredit mesrakan se-jawa barat kan begitu,” imbuhnya.

Ridwan kamil menitipkan pula tantangan kepada BPR agar transaksi via digital melalui masjid dan DKM untuk lebih praktis.

“Karena salah satu komitmen saya agar warga jawa barat di gunung-gunung yang jauh di desa ga usah ke kota, cukup ke masjid untuk melakukan transaksi, tantangan mereka adalah digital, bisa gak DKM nya, bisa berkomunikasi, membantu transaksi via digital” itu tantangan yang saya titipkan kepada BPR,” tuturnya.

Saat ditanya wartawan terkait finansial BPR, Ridwan Kamil mengatakan bahwa finansialnya belum kuat tetapi ada pilihan kerja sama dengan bank lain.

“Finansialnya belum kuat , pilihannya bisa pernyataan modal atau kerjasama dengan bank lain, duitnya dari bank lain, operasionalnya oleh BPR itukan memungkinkan penyaluran seperti itu,”ungkapnya

Soal permintaan terkait program BPR, Ridwan kamil mengungkapkan telah ada 50 masjid dan target minimal tiga ratusan.

“Saya minta harusnya minimal 300 ya, 1 kelurahan 2 masjid itu kalau bisa terkoneksi,” terangnya.

Ridwan kamil menuturkan bahwa statusnya hanya memberi arahan karena belum terlantik dan belum rapat resmi bersama BJB.

”Kan saya belum rapat resmi dengan BJB, nanti kalau sudah terlantik, sekarang status saya hanya memberikan arahan kepada bank yang saya kendalikan, tetapi kalau nanti sudah terlantik tentulah BJB yang asetnya Rp 100 triliun ya, pastilah punya kekuatan mesin luar biasa mensejahterakan orang miskin,” tutupnya.

(muhammad indmas/job17/pojokbandung)

 

loading...

Feeds