Harganas 2018, Sekda Iwa Paparkan Peran Motekar bagi Keluarga

Sekda Jabar, Iwa Karniwa pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV dan Hari Anak Nasional Tahun 2018 Tingkat Jabar di Lapangan Galuh Mas Kabupaten Karawang, Selasa (17/06/18).

Sekda Jabar, Iwa Karniwa pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV dan Hari Anak Nasional Tahun 2018 Tingkat Jabar di Lapangan Galuh Mas Kabupaten Karawang, Selasa (17/06/18).

POJOKBANDUNG.com, KARAWANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan permasalahan keluarga saat ini ada pada pola komunikasi dan interaksi yang kurang antara suami istri serta orangtua dan anak. Inilah yang menjadi dasar pentingnya peran Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) dalam membina keluarga-keluarga di Jawa Barat.

“Masalah interaksi dalam keluarga ini tidak ada sekolahannya. Oleh karena itu, Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mempunyai program Motekar yang bertujuan mendampingi keluarga-keluarga di Jawa Barat dengan dukungan pada tiga hal, yaitu mengurangi kekerasan dalam keluarga, masalah ekonomi dan masalah legalitas,” ungkapnya usai membuka Acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV dan Hari Anak Nasional Tahun 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Galuh Mas Kabupaten Karawang, Selasa (17/06/18).

Bimbingan pada masyarakat, menurut Iwa, menjadi prioritas utama. “Dari semula 200 desa sekarang menjadi 312 desa, difokuskan di daerah yang mempunyai kasus kekerasan paling banyak di Jawa Barat agar lebih efektif dengan dana yang terbatas seperti di daerah Pantura,” katanya.

“Alhamdulillah dari beberapa kasus kekerasan keluarga itu menurun hampir 50 persen. Lalu keberpihakan kepada gender juga meningkat, berdasarkan data dan fakta 2015-2016-2017,” lanjut Iwa.

Oleh Menpan RB pun, tutur Iwa, Motekar menjadi salah satu inovasi yang masuk pada TOP 99. Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 merupakan salah satu program Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Bahkan di Jawa Barat menjadi Peraturan Daerah.

“Ini program yang tidak memerlukan biaya banyak, tetapi konkrit untuk menurunkan berbagai permasalahan keluarga,” kata Iwa.

Sehingga Iwa berharap jika program ini terus kita dorong di masyarakat. Maka Jawa Barat mempunyai kontribusi 20-25 persen secara bertahap dalam membentuk keluarga maju, sejahtera dan harmonis di Indonesia.

(rmoljabar/pojokbandung)

loading...

Feeds