DPRD Kota Bandung Desak Pemkot Tangani Kenaikan Ayam Potong dan Telur

Pedagang telur ayam di Pasar Kosambi, Rus Cahya. Foto : nur fidhiah shabrina/pojokbandung

Pedagang telur ayam di Pasar Kosambi, Rus Cahya. Foto : nur fidhiah shabrina/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Menanggapi kenaikan harga ayam potong dan telur ayam di Pasar Kosambi, Kota Bandung dan beberapa tempat lainnya, Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus segera memastikan penyebabnya.

“Mengapa bisa terjadi gejolak harga di pasar? Indikasi banyak, bisa ketersediaan stok di pemasok kurang karena permasalahan, misalnya cuaca buruk sehingga peternak merugi,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (18/7/2018).

“Atau jadi bisa ada indikasi penimbunan oleh oknum-oknum yang ingin memainkan harga di pasar,” katanya.

Selain itu, dikatakannya, Pemkot Bandung juga harus melakukan operasi pasar dan mengontrol tiap hari ke pasar-pasar. Pasalnya, gejolak kenaikan itu tidak bisa diprediksi oleh dinas terkait.

“Pemkot juga harus melakukan operasi pasar. Ke depan juga DPRD Bandung akan memanggil dinas-dinas terkait untuk mencari solusinya bersama-sama dan kita juga akan turun langsung untuk melakukan operasi pasar,” ujar Aan.

Rasa tenang konsumen dalam membeli komoditas, ujarnya, harus dijadikan prioritas. Karena itu, dia kembali menekamkan, penyebab kenaikan harga daging dan telur ayam harus segera dipastikan.

 (fid/pojokbandung)

 

loading...

Feeds