Harga Telur Ayam di Bandung Masih Tinggi, Produsen Kue Rumahan Menjerit

Pedagang telur ayam. Foto: Mur/Radar Bandung

Pedagang telur ayam. Foto: Mur/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Harga telur ayam di kota Bandung  dan sekitarnya sedang tinggi.  Tercatat dibeberapa pasar harga per kilogram mencapai Rp 30.000.

Padahal sebelumnya, apabila ada kenaikan tidak setinggi seperti sekarang.  Dimana harga per kilogram mencapai Rp 25.000.

Lonjakan harga yang tidak wajar ini menjadi keluahan bagi masyarakat. Terutama pelaku usaha kecil, semisal produsen kue.

Seorang produsen kue kering rumahan, Dinda Anatami Dewi,  menuturkan bahwa ia cukup terkejut dengan lonjakan harga yang tinggi. Ia terpaksa menaikkan harga kue yang dijual agar dapat menutupi uang modal produksi.

“Otomatis harga dinaikin tapi sedikit,” ujar pemilik Ananta Cookies itu kepada koran ini, Jumat (13/7).

Selain itu, Tami, sapaan akrabnya, mensiasati mahalnya harga telur untuk produksi. Dia meilih telur ukurannya yang lebih kecil dari biasanya.

“Kalau  beli telur disiasati cari yang kecil supaya jadi banyak. Tapi untuk bahan lain masih kaya biasa,”tuturnya.

Berbeda dengan kue produksi rumahan yang menaikan sedikit harga, kue artis Bandung Kunafe, tidak begitu mengambil pusing.  SPV Marketing B2B Deris Yudistira menjelaskan bahwa kue mereka tidak mengalami kenaikan harga meskipun bahan pokoknya dipasaran saat ini sedang mahal.

“Kami tetap memakai bahan terbaik seperti biasa, harga juga tidak naik. Sejauh ini minat konsumen tidak terpengaruh, jadi (pemasukan) tetap bagus,”ujarnya di Outlet Bandung Kunafe, Jl. Banda No.23, Citarum, Kota Bandung.

Kenaikan harga sendiri dirasakan dampaknya oleh pedagang telur itu sendiri. Harga yang naik membuat sepi pembeli. Hal itu dirasakan oleh salah seorang pedagang di pasar Kiaracondong,  Wahyu.

“Kali ini naiknya tinggi. Jadi ya pantas saja sepi seperti ini,” tutur wanita paruh baya itu.

Tidak hanya ditingkat penjual telur saja, seorang agen di pasar Kosambi, Agus merasakan dampaknya. Hanya saja, Agus  menganggap wajar kenaikan harga telur tersebut.

“Saya memaklumi perekomian Indonesia sedang sulit saat ini, makanya beberapa harga komoditi naik,” tuturnya.

Kenaikan gara-gara kondisi emonomi yang kurang stabil diamini oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kota Bandung, Eric Mohamad Attauriq. “Dollar naik, menyebabkan harga pakan dan juga vitamin (untuk ayam) juga ikut naik,” ujarnya.

(Job2)

loading...

Feeds