Serunya Bersepatu Roda Bareng GHelinding On The STreet di Track Saparua

Para remaja Kota Bandung memainkan sepatu roda di track Saparua, Bandung.  Foto: Ari.A.S/ Job16/pojokbandung

Para remaja Kota Bandung memainkan sepatu roda di track Saparua, Bandung. Foto: Ari.A.S/ Job16/pojokbandung

Job menjelaskan bahwa bermain sepatu roda itu ibarat jalan-jalan yang sifatnya olahraga.

“Karena ketika kita lari pake sepatu roda, badan kita gerak semua, tangan, kaki, badan. Kadang kita ga menyadari bahwa itu olahraga,” katanya

Job mahasiswa yang sekarang mengenyam pendidikan di Universitas Pasundan ini tergabung dalam satu komunitas sepatu roda, yakni Ghost atau GHelinding On the STreet.

Ghost atau GHelinding On the STreet adalah salah satu komunitas sepatu roda di Kota Bandung. Komunitas ini di resmikan pada tahun 2015. Salah satu pendirinya ialah Doddy Marlyanto yang kini namanya dikenal oleh para lakon olahraga sepatu roda.

Kegiatan komunitas GHelinding On the STreet ini salah satunya adalah nyetrit. Istilah nyetrit digunakan untuk jalan bareng mengelincirkan kaki yang dibalut sepatu roda untuk menuruni Dago atas depan Hotel Sheraton sampe Saparua.

Selain itu, Job menjelaskan bahwa komunitasnya ini adalah wadah untuk orang-orang yang ingin berlatih bersama atau sekedar kumpul bareng.

“Jadi komunitas ghost ini menaungi orang-orang yang ingin belajar atau main bareng sepatu roda. Berbagai profesi pekerjaan ada disini, ada yang dokter, ada yang mahasiswa. Ya seneng-seneng sambil berolahraga aja. Biasanya kumpul bareng ketika ada peryaaan tertentu kaya tahun baru. Atau nyetrit bareng, biasanya dilakuin malem Minggu,” ujar Job.

Job mengutarakan bahwa jika ada orang yang ingin bergabung maupun belajar bareng, Ghosh akan membuka pintu tanpa ada biaya atau persyaratan tertentu.

“Disini tuh kita Have fun cari kesenangan, ga fokus latihan. Ga harus jago. Yang penting main, gelinding bareng. Komunitas ini ga menerima privat atau persyaratan tertentu, jadi yang ingin belajar tinggal gabung aja.” Ujarnya sembari tersenyum.

Namun, yang perlu ditanamkan ketika ingin memulai olahraga sepatu roda ini adalah kesabaran dan konsisten.

“Untuk pemula biasanya putus asa. Banyak yang ingin bisa, tapi latihannya sekali duakali terus ngilang. Intinya konsisten dan sabar,” ujar Job.

Olahraga sepatu roda ini memang masih belum mendapat kado apresiasi tinggi dari pihak pemerintah. Nyatanya jika ada kejuaran yang di ikuti atlet sepatu roda, Ia hanya mendapatkan selembar sertifikat.

Job berharap bahwa untuk kedepannya supaya pemerintah melek dengan bakat yang belum tersentu di bidang olahraga sepatu roda.

“Saya berharap ada kerja sama dengan pemerintah agar atlet-atlet yang punya bakat bisa mendapatkan apresiasi penuh, selain selembar sertifikat. Karena apresiasi adalah bentuk dari motivasi kita agar lebih baik,” pungkasnya.

(Ari.A.S/ Job16/pojokbandung)

 

loading...

Feeds