Peneliti ITB Kembangkan Pemanis dari Tanaman Stevia

 tanaman stevia

tanaman stevia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peneliti dari staf dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) menemukan senyawa yang memiliki rasa manis (glikosida steviol, GS) pada daun dan herba tanaman Stevia. Kandungan tersebut diteliti mengandung kadar cukup tinggi.

Salah satu peneliti, Rahmana Emran Kartasasmita menjelaskan, bahwa penelitian yang dilakukan oleh timnya sudah dimulai sejak 2012. Namun pada tahun tersebut, masih dilaksanakan dalam skala laboratorium. Pada tahun 2015 tim mendapatkan dana penelitian dari Kementerian Kesehatan melalui program Fasilitasi Pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) dan Bahan Baku Obat Tradisional (BBOT).

“Berkat pendanaan tersebut, penelitian dapat dilakukan pada skala yang lebih besar dengan menggandeng PT. Kimia Farma sebagai industri mitra,” ujar Emran, Selasa (10/7/2018).

Emran menuturkan, melihat banyaknya manfaat pemanis stevia, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, ia berharap GS bisa diproduksi dari stevia yang ditanam di Indonesia. Dari segi regulasi di Indonesia, GS sudah diizinkan untuk digunakan pada berbagai produk pangan berdasarkan Perka BPOM sejak tahun 2014.

“Kami sebagai tim peneliti menginginkan pemanis alami GS dapat diproduksi di Indonesia sehingga tidak perlu import, mengingat tanaman stevia sebagai bahan bakunya cocok ditanam di Indonesia khususnya di daerah Ciwidey,” kata Emran.

Lebih lanjut, Emran menjelaskan, setiap hektar lahan bisa ditanami sekitar 50 ribu bibit dengan kapasitas produksi 12 ton daun basah pertahun dengan 12 kali panen atau setara dengan 1,2 ton daun kering.

Berdasarkan hasil analisis, diketahui kandungan total GS dari dalam daun stevia kering minimum sekitar 10 persen, sehingga 1,2 ton daun kering akan menghasilkan 120 kg pemanis stevia dalam 1 tahun. Saat ini, estimasi kebutuhan tahunan stevia di Indonesia sekitar 350 ton stevia per tahun.

“Bila 10% dari kebutuhan tersebut, atau 35 ton pertahun akan diproduksi di Indonesia, maka diperlukan lahan tanaman stevia seluas (35.000,00 kg/tahun / 120 kg/tahun/hektar) atau 292 hektar. Sementara saat ini hanya beberapa hektar saja lahan yang ditanami stevia di daerah Ciwidey,” jelasnya.

loading...

Feeds