Kloter Pertama Calhaj Kab Bandung, Berangkat 17 Juli 2018

Sekda Kab Bandung H. Sofian Nataprawira saat pelepasan calon Jemaah haji Kabupaten Bandung, di Mesjid Al-Fathu Soreang, Selasa (10/7/2018).

Sekda Kab Bandung H. Sofian Nataprawira saat pelepasan calon Jemaah haji Kabupaten Bandung, di Mesjid Al-Fathu Soreang, Selasa (10/7/2018).

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Persiapan pemberangkatan Calon Jemaah Haji sudah dilakukan sejak dua bulan ke belakang, dan untuk kloter pertama asal Kabupaten Bandung atau kloter keempat Jawa Barat, akan diberangkatkan mulai 17 Juli 2018 dini hari.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Bandung H.Dah Saefullah.,  usai memberikan arahan pada acara Bimbingan Manasik Haji Masal ke II sekaligus  pelepasan calon Jemaah haji Kabupaten Bandung, di Mesjid Al-Fathu Soreang, Selasa (10/7/2018).

“Kloter pertama Kabupaten Bandung atau keempat di Jabar akan berangkat tanggal 17 Juli 2018. Calon Jemaah sebanyak 410 orang, akan didampingi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), Dokter dan Paramedis,” ungkap Dah Saefullah.

Dia menyebutkan, untuk kuota haji Kabupaten Bandung yakni 2.582 orang , dari jumlah kuota haji Jawa Barat sebanyak 38.567 orang. Dalam pelaksanaan haji tahun 2018 lanjutnya, kementrian Agama mengeluarkan beberapa perubahan kebijakan terkait ibadah haji.

“Kuota untuk haji  Kabupaten Bandung tahun ini sebanyak 2.582 dengan 6 kloter utuh dan 1 kloter gabungan. Tahun ini Kemenag Pusat mengeluarkan beberapa kebijakan baru terkait  penyelenggaraan haji 1439 Hijriyah/2018 Masehi di Indonesia, seperti percepatan keimigrasian, pemberian kode pada gelang jamaah, yang berisi data personal Jemaah haji, penambahan makan Jemaah yang awalnya 25 kali menjadi 40 kali, layanan cepat untuk koper, paspor dan hotel untuk Jemaah,” jelasnya.

Selain itu, perubahan aturan juga diterapkan untuk pembentukan tim kesehatan haji untuk pertolongan bagi Jemaah yang sakit, juga ada kabar baik bagi calon Jamaah Haji meninggal sebelum keberangkatan bisa diganti oleh keluarganya.

“Mulai tahun ini, porsi calon jamaah haji yang wafat sebelum berangkat ke Arab Saudi, bisa digantikan oleh keluarganya,” tandas Dah Saefullah.

loading...

Feeds