Sidang Imas Aryumningsih Belum Juga Vonis, Baru Saksi

Sidang kasus suap yang menjerat mantan Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/7/2018). Foto: job17/ muhammad indmas/pojokbandung

Sidang kasus suap yang menjerat mantan Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/7/2018). Foto: job17/ muhammad indmas/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sidang lanjutan dugaan suap yang menjerat mantan Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih, memasuki agenda pemeriksaan saksi, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/7/2018).

Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait  kasus suap yang menjerat mantan Bupati Subang nonaktif Imas Aryumningsih, sidang tipikor (tindak pidana korupsi) dengan agenda pemeriksaan saksi, digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/7/2018).

KPK selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU)  melontarkan pertanyaan kepada beberapa saksi pada sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Dahmiwirda,SH.

Saksi yang dihadirkan yakni Puspa Sukrisna alias Asun selaku orang yang memberi uang kepada Miftahudin (MH) untuk membantu ijin lokasi PT.Pura Binaka Mandiri (PBM).

”Uang sebesar Rp 1,7 miliar diserahkan kepada Miftahudin dengan 8 x transfer,” ujar Asun dalam keterangannya di persidangan untuk membantu pengurusan izin lokasi PT. Pura Binaka Mandiri (PBM).

Sedangkan keterangan saksi lain yakni Miftahudin (MH) ia bertemu dengan Darta sebagai perantara yang mempertemukan Miftahudin dengan Imas Aryumningsih.

”Saya dibawa ke rumah dinas wakil bupati untuk silaturahmi, saat itu Imas Aryumningsih masih sebagai wakil bupati Subang,” ungkap Miftahudin.

Serta saat ditanya mengenai total uang yang diberikan kepada Data alias Darta kepada Jaksa Penuntut Umum yakni Penyidik KPK, Miftahudin mengaku memberi uang cash kepada Data.

”Total Rp 1 miliar 275 juta yang saya serahkan ke Darta,” tutur Miftaudin.

Ketua Majelis Hakim menanyakan asal uang tersebut, Puspa Sukrisna alias Asun menuturkan bahwa asal uang dari Marwan PT Alfa Sentra Property sebesar Rp 3 miliar. ”Dan sisanya Rp 1,3 miliar masih ada sama saya,” pungkasnya.

Belum ada putusan hukuman terdakwa Imas Aryumningsih setelah Miftahudin dalam persidangannya sebagai terdakwa dituntut hukuman 3 tahun penjara dan denda 150 juta rupiah.

(job17/ muhammad indmas/pojokbandung)

loading...

Feeds