Sapei,ST Jadi Calon DPD RI Pertama yang Mendaftar ke KPU

Calon DPD RI, Sapei, ST mendaftar ke KPU Jabar, Senin (9/7/2018).Foto:Istimewa.

Calon DPD RI, Sapei, ST mendaftar ke KPU Jabar, Senin (9/7/2018).Foto:Istimewa.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG  – Setelah lolos verfikasi dari KPU Jabar, Sapei, ST hari ini Senin 9 Juli 2018 mendaftar ke KPU sebagai calon DPD RI untuk wilayah Jawa Barat dan merupakan calon DPD RI pertama yang mendaftarkan diri ke KPU di hari pertama pendaftaran.

Berdasarkan Rapat Pleno KPU Jabar pada tanggal 26 Juni 2018, Sapei, ST merupakan salah satu dari 8 orang yang dinyatakan langsung memenuhi syarat tanpa harus melakukan perbaikan lagi.

Sementara sisanya sebanyak  50 bakal calon lagi dinyatakan belum memenuhi persyaratan  dan masih harus melalui tahap perbaikan dan verifikasi ulang jika berniat melanjutkan untuk mencalonkan diri melakukan pendaftaran untuk menjadi calon tetap DPD RI periode 2019-2024.

Sapei, ST telah menyiapkan diri dengan berbagai dokumen yang dipersyaratkan untuk pendaftaran. Mulai dari berbagai dokumen kependudukan, SKCK, surat dari Pengadilan Negeri yang menyatakan tidak pernah menjadi terpidana, surat keterangan sehat jasmani-rohani dan bebas NAPZA, sampai dengan surat tanda terima dari KPK bahwa yang bersangkutan telah menyerahkan LHKPN secara lengkap dan terverifikasi serta lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU Jabar yg diproses sejak bulan april hingga akhir bulan Juni 2018.

Sapei, ST tak lain adalah seorang aktivis di Bandung dan Jawa Barat yang dikenal sebagai pembela kaum petani, nelayan dan buruh di Jawa barat dan pernah menjadi Ketua Dewan Sekolah Kepemimpinan untuk Pembaruan Desa dan Agraria (SKPDA), Inisiator dan Pengajar pada Sekolah PolitikAnggaran (SEPOLA) Inisiatif, Koordinator Dewan Sekolah Politik Pembaruan Agraria (SPORA). Juga pengajar pada berbagai pelatihan untuk pemberdayaan dan pengorganisasian masyarakat.

Sapei, ST mendaftarkan diri dengan didampingi oleh Rois Am Majelis Sastra Bandung, Kyai Matdon, musisi musik. Balada Mukti-Mukti,  dan berbagai pimpinan organisasi masyarakat sipil di Jawa Barat.

”Tak banyak yang saya inginkan kecuali mendorong terjadinya perubahan struktur penguasaan dan pemanfaatan, sumber daya agraria dan sumber daya alam lainnya serta mendorong peningkatan produktivitas masyarakat untuk dapat menikmati hasil kerjanya secara adil,” katanya di sela sela pendaftaran.

”Dan mendorong keterjaminan keberlangsungan daya dukung alam bagi antar generasi dan mendorong terwujudnya pendidikan yang adil dan terjangkau bagi semua golongan,” sambungnya.

Dalam tahap mendaftar ke KPU, Ia dibantu oleh relawan dari mahasiswa dan kaum buruh, petani, nelayan dan seniman. Mereka dengan sukarela bekerja tanpa pamrih.

Sapei, ST adalah Pendiri dan Ketua Perkumpulan Inisiatif dan kini Ketua Majelis Pengarah Organisasi (MPO) Konfederasi  Pergerakan Rakyat Indonesia  (KPRI) dan Ketua Badan  Pelaksana Perhimpunan Penggerak Advokasi Kerakyatan, dan  pernah aktif di  Presidium Sarasehan Warga Bandung (SAWARUNG) serta  Peneliti AKATIGA dan B-Trust.

Selain itu di sela sela waktu luang, Sapei membuat lagu dan  belajar aksara Sunda kuno dengan Mukti-Mukti dan aktif  sebagi penggiat di Majelis Sastra Bandung (MSB). Merupakan  lulusan ITB tahun 1999,  dan  Fellow of American Council for Young Political Leader  (ACYPL) Program (2012), Comparative  study on Pro Poor Participatory Budgeting in Porto Allege,  Brazil (2005), dan  Comparative  study on people based advocacy in Pune, Maharashtra, India
(2002).

(nto/pojokbandung)

 

loading...

Feeds