Terbongkar Sudah… Rekayasa Nining Sunarsih Tenggelam 1,5 Tahun, Ternyata Punya Utang

Polisi bongkar rekayasa Nining Sunarsih. (Radar Sukabumi)

Polisi bongkar rekayasa Nining Sunarsih. (Radar Sukabumi)

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Misteri tenggelamnya Nining Sunarsih (52) selama 1,5 tahun di Pantai Citepus Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terbongkar.

Nining dipastikan tidak tenggelam. Warga Kampung Cibunar Panagan RT 8/2, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi itu sengaja meninggalkan rumah untuk menghilangkan jejak karena memiliki utang di bank.

Kehilangan Nining sengaja direkayasa dan dibumbui dengan cerita berbau mistis. Begitu pun kemunculan Nining setelah 1,5 tahun menghilang, juga sudah direncanakan.

Polres Sukabumi Kota membeberkan sejumlah skenario dan rekayasa terkait hilangnya Nining di Pelabuhan Ratu Sukabumi pada 8 Januari 2017 lalu.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, keterangan tenggelamnya Nining merupakan skenario yang dibuat-buat oleh Nining bersama keluarganya sebagai modus untuk menutupi utang piutang yang ditanggungnya.

“Kami sudah memeriksa sembilan orang saksi yang menurut kami itu kunci bahwa Ibu Nining tidak tenggelam. Pertama, dari keterangan adik kandungnya ternyata kejadian tenggelamnya itu memang direncanakan oleh ibu Nining dengan seseorang,” ucap Susatyo di halaman Mako Polres Sukabumi Kota, Jumat (6/7/2018).

Nining Sunarsih dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. (Radar Sukabumi)

Skenario kehilangan Nining Sunarsih dibuat untuk menutupi hutang piutang ke salah satu bank. Nining juga diketahui memiliki utang ke sejumlah warga. Namun polisi belum menyebutkan berapa nominal utang Nining Sunarsih.

Dalam melakukan penyelidikan, polisi menggali dari berbagai aspek. Mulai dari aspek kemanusiaan dengan cara bagaimana membuat Nining sembuh secara fisik dan psikis.

“Kami berusaha sesuai fakta rasional agar keterangan dari masayarakat kembali normal bahwa tidak ada yang namanya kasus tenggelam 18 bulan bisa kembali lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya, skenario ini juga dilihat dari aspek hukum dengan munculnya kembali Nining.

“Untuk aspek kemanusiaan, sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit bahwa Ibu Nining sudah ditangani oleh dokter jiwa. Secara fisik, sudah mulai membaik namun secara kejiwaan belum bisa diajak komunikasi,” lanjutnya.

Nining Sunarsih terbaring lemas. (Istimewa)

Sampai saat ini, lanjut Susatyo, Nining masih belum bisa dimintai keterangan. Sesuai dengan keterangan dokter kejiwaan, Nining mengalami depresi berat, masih dalam perawatan spesialis kejiwaan di Ruang Kemuning RSUD R Syamsudin SH Sukabumi.

“Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, barang bukti yang diamankan satu baju warna corak kuning kecoklatan, satu kerudung warna corak hijau toska, satu celana warna hitam, dan satu pasang sendal sudah kami amankan,” katanya.

Sementara itu, Wandi (35 tahun), anak pertama Nining mengungkap, selama ibunya hilang, ia tidak pernah diberitahu. Sebab, saat kejadian hilang itu ia tidak ikut acara rekreasi di Pelabuhan Ratu Sukabumi.

Wandi mengaku hanya mendapat kabar bahwa ibunya hilang terbawa ombak dari pihak RW. Namun ia merasakan ada kejanggalan.

“Dua bulan bibi saya ngomong, kalau ibu saya masih hidup. Tapi waktu saya tanya kalau masih hidup ada dimana, tidak ngasih jawaban. Ya sudah saya tidak berpikir apa-apa lagi,” katanya.

Terkait masalah utang piutang ibunya, Wandi mengaku tidak tahu menahu. Ia juga mengaku tidak tahu soal skenario dan rekayasa Nining Sunarsih tenggelam 1,5 tahun  untuk menutupi utang ke bank.

Saat menjemput ibunya pun ia tidak ikut, sebab sedang berada di luar rumah. Sehingga, ia datang ke rumah Jejen. Namun di rumah Jejen, ia disuruh untuk memberi tahu warga bahwa ibunya ketemu lewat mimpi.

“Saya penasaran dan langsung datang ke rumah Pak Jejen pukul 09.00 WIB. Dia yang memberi kabar kalau ibu ditemukan lewat mimpi. Katanya kalau ada wartawan, bilang saja dari mimpi,” pungkasnya.

(cr17/radarsukabumi/pojoksatu)

 

loading...

Feeds