Ekonomi Indonesia Diatas Rp 14 Ribu/USD

ilustrasi rupiah

ilustrasi rupiah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kenaikan nilai tukar rupiah atas Dolar Amerika Serikat (AS) menurut pengamat ekonomi Institut Teknologi Bandung (ITB) Anggoro Budi Nugroho diakibatkan dari pidato gubernur The Fed , Jerome Powell, yang muncul kembali pada tanggal 19 Juni lalu di forum bank sentral Eropa di Portugal.

“Kenaikan tersebut tidak hanya nilai tukar rupiah, melainkan mata uang lain di dunia terseret ke dalam sentimen negatif,”kata Anggoro saat dihubungi pojokbandung, belum lama ini.

Anggoro Budi Nugroho

Anggoro menjelaskan, Penaikan bunganya hanya 25 Basis Point (bps) seperti biasa, namun hal tersebut sudah 6 kali sejak 2015 dan gubernur The Fed Jerome Powell  juga menyebutkan akan melanjutkan pola tersebut. Mengingat fundamental ekonomi AS yang memungkinkan.

“Pernyataan tersebut yang menimbulkan sentimen negatif mata uang lain diseluruh dunia,”ungkapnya.

Kendati demikian, langkah antisipasi Bank Indonesia (BI) sudah betul, dengan melakukan langkah jangka pendek untuk intervensi di pasar uang dan jangka panjang pengetatan likuiditas lewat penaikan 7 days repo rate dan tidak terlambat melihat reaksi AS kemudian melihat perekonomian kita.

“Hanya saja magnitudo nya kurang besar, hanya 25 bps. Barangkali bisa lebih. Karena inflasi kita bulan dan tahunan cukup rendah,” kata Anggoro.

Lanjut Anggoro, jika penerimaan devisa dari ekspor cukup baik, maka akan memperkuat cadangan Indonesia untuk intervensi. Saat ini cadangan devisa Indonesia berada di kisaran USD125-130 miliar pasca intervensi, dan masih relatif tinggi dibandingkan masa-masa yang lalu.

Anggoro menambahkan, Ekspor Indonesia pada bulan januari sampai april 2018 ini naik 8,7% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara bulanan April membaik juga dibandingkan tahun lalu.

Ia berharap, tambahan devisa yang sama akan datang dari remitansi TKI yang nilainya bisa sampai diatas Rp100 triliun tiap tahun. Sehingga, Indonesia memerlukan devisa banyak.

(azs/pojokbandung)

 

loading...

Feeds