Go-Food Festival Dukung UMKM Kuliner Lokal

Go-Jek menggelar Go-Food Festival  Foto: 
Nur Fidhiah Shabrina

Go-Jek menggelar Go-Food Festival Foto: Nur Fidhiah Shabrina

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Guna mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner, Go-Jek menggelar Go-Food Festival dengan mengajak para merchent yang tergabung dengan aplikasi pesan antar tersebut.

Bandung menjadi pilihan selanjutnya, setelah sukses menggelar kegiatan serupa di beberapa kota sebelumnya.

Sebanyak 24 merchant terbaik mengikuti kegiatan yang sudah berlangsung sejak bulan kemarin ini dan terhitung hingga satu tahun ke depan membuka store offlinenya di Braga City Walk sebagai tempat acara.

Merchent yang mengikuti festival tersebut merupakan UMKM kuliner yang menjadi favorit dan kerap di beli oleh pengguna aplikasi. Gelaran Go-Food Festival merupakan bentuk apresiasi terhadap tingginya minat pengusaha merchant untuk tumbuh besar bersama memajukan UMKM kuliner Indonesia.

Melalui kemitraan yang telah terbangun selama ini, on-demand mobile platform ini bekerja sama dengan lebih dari 200 ribu merchant di berbagai kota di Indonesia.

“Kami memiliki program baru yaitu membantu UMKM kuliner yang sudah bergabung dengan Go-Food dengan membuka offline store mereka dan menjadi mitra untuk lebih berkembang lagi,” ujar VL Operation and Business Development Go-Food Festival, Brata Santoso, kepada Radar Bandung (grup pojokbandung) di Braga City Walk, Senin (2/7/2018).

Brata menjelaskan kesulitan para mitra Go-Food dalam mengembangkan usahanya untuk membuka offline store adalah banyaknya biaya operasional yang harus disiapkan, seperti sewa tempat, biaya listrik, dan air.

Namun dalam festival ini, para mitra tidak di pungut biaya sepeser pun untuk mendirikan offline store. Selama satu tahun, para pelaku UMKM kuliner yang selama berjualan di online, bisa langsung memasarkan produknya langsung kepada konsumen.

“Saat ini, lebih dari 80 persen merchant partner kami merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah yang punya potensi untuk tumbuh menjadi lebih besar lagi. Namun, pendanaan serta networking masih menjadi tantangan yang mereka hadapi. Dengan mengadopsi kesuksesan sebelumnya, kami ingin membantu menjembatani tantangan tersebut dan merangkul lebih banyak lagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk bergabung,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan selama ini para pengguna aplikasi kerap membeli makanan dengan kategori yang mengenyangkan, happening, dan unik. Oleh karena itu, perusahaan asli Indonesia tersebut mengajak para UMKM dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dengan digelarnya kegiatan ini juga, Brata berharap bisa meningkatkan pendapatan sebesar 60 persen dengan orderan setiap harinya mencapai 50-100 dan pengunjung yang bisa terus meningkat.

Go-Food Festival digelar dengan konsep food court atau pujasera (pusat jajanan serba ada). Pengunjung bisa membayarnya tunai atau menggunakan go-pay dengan kelebihan diskon 50 persen.

“Yang berbeda dari konsep food court pada umumnya, pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayanan. Kami juga menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang relatif mahal bagi para pebisnis mikro,” pungkasnya.

(fid/pojokbandung)

 

 

loading...

Feeds