Datangi Bawaslu, AMPBB Laporkan Dugaan Ijazah Palsu

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT – Puluhan warga dari Aliansi Mahasiswa Peduli Bandung Barat (AMPBB) mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat. Mereka melaporkan dugaan ijazah palsu dari salah satu kandidat yang bertarung dalam Pilkada KBB.

Calon yang diduga menggunakan ijazah palsu itu adalah Calon Bupati nomor urut 3, Aa Umbara yang berpasangan dengan Hengky Kurniawan. Mereka diusung Partai Nasdem, Demokrat, PKS, PAN, dan PKPI.

Dalam copy dokumen ijazah yang dibawanya, mereka menunjukan beberapa kejanggalan nama yang berubah. Dalam Ijazah SD Cikahuripan, Lembang yang dikeluarkan pada 17 Desember 1976 tertulis nama Umara.

Di ijazah SMP Negeri Lembang dikeluarkan pada 14 Mei 1980 menggunakan nama Umara Sofyan Iskandar.

Lalu, saat mendaftarkan diri sebagai calon Bupati, ia melampirkan ijazah SMA Paket C Kelompok belajar PKBM Kuncup Mekar, Kelurahan Caringin, Bandung Kulon menggunakan nama Aa Umbara Sutisna. Dikeluarkan dinas pendidikan Kota Bandung pada 7 januari 2008.

Padahal, saat mendaftar menjadi calon DPRD KBB menggunakan Ijazah SMA Pancakersa, Lembang yang dikeluarkan pada 9 juni 1990.

“Kami mencurigai dugaan adanya ijazah palsu karena terbitnya dua ijazah dengan sumber yang berbeda,” kata koordinator AMPBB, Ramdhan saat ditemui di Kantor Bawaslu, Jalan Turangga, Kota Bandung, Senin (25/6/2018).

MPBB pun menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat tidak profesional karena meloloskan persyaratan dari Aa Umbara yang disebut cacat administrasi.

“KPU kenapa luput memeriksa hal seperti ini. Bawaslu Jabar harus turun tangan. Bawaslu harus tahu bahwa di daerah ada masalah yang harus diselesaikan. Mereka (Bawaslu) bilang akan melakukan kroscek,” terangnya.

loading...

Feeds