Tradisi Menyapu Uang di Jalan bagi Masyarakat Kabupaten Subang

Salah seorang penyapu uang di di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakaja

Salah seorang penyapu uang di di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakaja

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Masyarakat di Kabupaten Subang, Jawa Barat, memiliki tradisi unik setiap arus mudik Lebaran. Tepatnya di Desa Karang Anyar, Kecamatan Pusakaja, selama 24 jam masyarakat secara bergantian menyapu uang di jalan.

Uang yang dilemparkan para pemudik itu pun sudah menjadi tradisi turun temurun, tak jarang sampah makanan pun ikut dilemparkan para pemudik ke jalan. Mesipun aksi tersebut sempat dibubarkan oleh tim gabungan Polri, Satpol PP dan Koramil, para pemungut uang koin dengan sapu di perbatasan Subang–Indramayu tampak beroperasi kembali di tahun ini.

Konon, menurut cerita mitos warga setempat, sungai di bawah Jembatan Sawo, tempat mereka biasa memungut uang itu dihuni makhluk halus, mulai dari kuntilanak, siluman buaya putih sampai cerita tentang nyai ronggeng. Tidak jelas mulai kapan kebiasaan sopir melempar uang itu dilakukan. Tapi ada yang bilang sejak zaman Belanda.

“Sopir yang lewat melempar uang supaya nggak diganggu makhluk halus,” kata Darmadi, warga setempat.

Darmadi mengaku dari hasil ‘pekerjaannya’ dirinya mampu mendapatkan Rp30-50 ribu perhari, bahkan pada musim mudik lebaran bisa mendapatkan Rp100 ribu rupiah.

Penyapu uang itu bukan dari lidi, melainkan ranting kayu atau manggar tangkai kembang kelapa. Ketika ada pengendara melempar uang, mereka berebut menyapu uang itu. Banyak orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk melakukan aksi berbahaya tersebut.

“Kebanyakan petani yang melakukan ini, terutam kalau musim kering tiba,” pungkasnya

(nda/net/bbs)

 

loading...

Feeds