Daging Ayam Potong Masih Diminati Meski Harga Tinggi

Pedagang daging ayam

Pedagang daging ayam

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Harga daging ayam potong di pasar Kiaracondong Kota Bandung Jawa Barat, naik sampai menyentuh Rp 50.000 per kilogramnya. Kenaikan tersebut diakui beberapanpedagang tidak menurunkan daya beli warga Kota Bandung.

Salah satu warga Bandung, Laksmi menuturkan, harga ayam potong yang biasanya dibeli dengan harga Rp 40 ribu per kilogram, kini menyentuh di Rp 50.000 ribu per kilogramnya. Kenaikan ini sudah dirasakan sejak Idul Fitri.

”Naiknya lumayan tinggi juga, karena biasanya kan Rp 40.000 kadang bisa Rp 38.000 per Kilogramnya,” ujarnya di Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/6).

Laksmi merasakan, pengaruh kenaikan harga saat momen-momen seperti ini tidak membuat ia enggan membeli daging, kebutuhan daging untuk makanan – makanan selama hari raya Idul Fitiri menuntutnya untuk tetap membeli meskipun harga naik.

“Mau naik seberapapun hari besar Idul Fitri bagi kami jarus ada sajian olahan daging ayam,” ungkap Laksmi.

Salah satu pedagang ayam potong di pasar Kiaracondong, Imah mengatakan, kenaikan ayam potong ini mulai dirasakan pada hari Minggu (17/6), dan hampir di semua pedagang mengalami kenaikan. Namun demikian, dirinya mengaku tidak mengetahui apa penyebab kenaikan salah satu bahan makanan yang paling dicari tersebut.

”Terkadang belum sampai sehari penuh ayam sudah tinggal beberapa kilogram saja,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya permintaan mebuat konsumen ramai membeli meskipun harga tergolong naik, pembeli tidak memperhatikan kenaikan tersebut, mengingat momen-momen hari-hari raya daging ayam kerap dicari pembeli untuk hidangan sehari-hari.

“Seperti membuat sop dan makanan lain kan menggunakan daging ayam beberapanya, ada juga untuk sate,” kata Ima

Ima mengaku, meski harga naik tidak ada kerugian drastis, justru menambah keuntungan yang tinggi, ditambah pada saat hari raya Idul Fitri beberapa waktu lalu, barang dagangannya hampir ludes diburu warga.

“Saat ini tidak merugi sama sekali tergolong standar, habis paling 50-60 ekor kurang lebih 70 kilogram, kalau pada saat lebaran hampir 100 kilogram,” jelasnya.

Kata Ima, sampai saat ini harga yang ia tawarkan sudah berdasarkan harga suplayer dan pasar-pasar tradisonal yang berada di Kota Bandung. Mengingat sat-sat ini transportasi juga menjadi faktor pengiriman daging ayam dibeberapa suplayer yang biasa ia beli.

“Suplayer juga sekarang masih kesusahan, karena beberapa stok daging masih terhambat macet jalan,”pungkasnya.

(azs)

loading...

Feeds