Innalillahi… Ulama Berwibawa KH. Deddy Rahman Berpulang, Puluhan Ribu Muslim Mensalatkan

KH. Deddy Rahman (kiri) pada salah satu acara Persis.Foto:Amin Muchtar Bandung

KH. Deddy Rahman (kiri) pada salah satu acara Persis.Foto:Amin Muchtar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satu lagi ulama kharismatik Persatuan Islam (Persis), KH. Deddy Rahman berpulang.

Putra bungsu dari KH. E. Abdurrahman (Ketua Umum PP Persis ke-3) yang juga pengasuh Dialog Islam di Radio Garuda itu, menghembuskan nafas terakhir pada hari Ahad (17/06/2018) bertepatan 4 Syawal 1439 H, pukul 22.25 WIB di RS Al-Islam, Bandung.

Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) beserta otonomnya menyampaikan tazi’ah atas wafatnya ulama, KH. Deddy Rahman.

Hari senin (18/06/2018) Jenazah disalatkan di Masjid Baitul Mukmin, Jl. Klaten – Antapani. Pukul 09.00 WIB jenazah diberangkatkan ke masjid Pesantren Persis Pajagalan Bandung.

Selanjutnya pukul 10.00 WIB jenazah dibawa ke Kp. Sayang – Pameungpeuk Bandung, disalatkan di Masjid Nurul Islah dan dimakamkan di tanah makam keluarga disana.

Puluhan ribu orang mensalati dan mendoakan beliau. Semoga Allah SWT memberi rahmah dan maghfirah kepada Al-Ustadz KH. Deddy Rahman, dan memberi kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan.

Suasana pemakaman almarhum KH. Deddy Rahman di Kp. Sayang – Pameungpeuk Kab Bandung. Foto:Istimewa

Berikut ini tulisan ust Deddy Rahman Allohu yarham di FB yang selalu mengingatkan tentang kematian :

Kadang ada rasa pada diri,bahwa dikala muda belia kematian masih lama…

Sehingga tersirat dalam pikiran,untuk ibadah nanti saja dikala sudah tua renta …

Padahal kematian tidak memandang usia,

lagipula belum tentu hidup ini bisa mencapai masa tua…..

Kadang ada rasa pada diri,ketika badan sehat dan kuat usia ini akan panjang….

Padahal  kematian tidak selamanya akibat sakit dan lemah…….

Menatap tingkah manusia  yang ditelan kabut kehidupan tanpa lentera iman,semakin  banyak yang melangkah tidak jelas arah……

Padahal waktu terus  mengalir merampas jatah hidup di dunia….. ,

Kesempatan hidup terhormat menguap ditelan keinginan syahwat, akhirnya tertimbun budaya sampah yang hina….. .

Retorika indah sebatas mengelabui sesama, persaingan harta dengan cara yang tidak wajar, kiprah hidup semua menjadi imitasi…..

Keceriaan alami dan tawa yang murni telah hilang, semuanya menjadi hampa…..

#copas fb ust Deddy Rahman

(azm/persis.or.id/pojokbandung.

loading...

Feeds