Lebaran 2018… Pemudik dari Cicaheum Meningkat 17 Persen  

Foto udara kendaraan pemudik melintas di Kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (14/6/2018). Pada H-1 jelang Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut. Foto:Riana Setiawan/pojokbandung.

Foto udara kendaraan pemudik melintas di Kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (14/6/2018). Pada H-1 jelang Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut. Foto:Riana Setiawan/pojokbandung.

POJOKBANDUNG.co, BANDUNG – Pemudik yang berangkat dari Terminal Cicaheum meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Terminal yang melayani keberangkatan menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut, tercatat sejak H-7 hingga H-1 lebaran 1439 H, telah mencapai 27.469 pemudik.

Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengatakan, berdasarkan data jumlah pemudik pola peningkatan pemudik telah terjadi sejak H-7, dimana tercatat sebanyak 2.945 penumpang dengan 191 bus telah berhasil di berangkatkan. Pada H-6, jumlah tersebut meningkat menjadi 4.684 penumpang dengan 237 bus.

Untuk H-5 jumlah penumpang sedikit mengalami penurunan, namun pemberangkatan armada justru meningkat, yakni 4.112 orang dengan 239 bus.

Pada H-4 sebanyak 3.807 penumpang dengan 239 bus. Lonjakan penumpang paling tinggi terjadi pada H-3 yakni sebanyak 5.789 penumpang dengan menggumakan 265 bus.

Keberangkatan penumpang sampai H-1 jam 08.00 pagi jumlah penumpang 1319. Keseluruhan dari H-7 sampai dengan H-1 sudah mencapai 27.469 naik 17% dari 2017 periode yang sama.

“Adanya kecenderungan penurunan jumlah pemudik hingga H-1. Hal tersebut berkaca dari pengalaman beberapa tahun sebelumnya,”ujar Roni saat di temui di Terminal Cicaheum, Kamis (14/6/2018).

Untuk trayek armada, masih di dominasi oleh angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dengan tujuan ke Tasikmalaya, Pangandaran dan Kuningan. Sedangkan jenis antar kota antar provinsi (AKAP) dominan ke Wonosobo, Wonogiri, Jogja, Malang, dan Surabaya,” pungkasnya.

(van)

 

loading...

Feeds