H-1 Idul Fitri 2018, Pemudik yang Melintasi Nagreg Ramai Lancar

Foto udara kendaraan pemudik melintas di Kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (14/6). Pada H-1 jelang Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut. Foto:Riana Setiawan/pojokbandung

Foto udara kendaraan pemudik melintas di Kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kamis (14/6). Pada H-1 jelang Hari Raya Idulfitri 1439 H, Polres Bandung memberlakukan sistem satu arah di Jalur Nagreg untuk mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di kawasan tersebut. Foto:Riana Setiawan/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, NAGREG – Hingga siang hari, kondisi arus mudik di kawasan Nagreg Kabupaten Bandung masih terlihat ramai lancar, Kamis (14/6/2018). Meski terdapat penurunan kendaraan tapi kemungkinan akan kembali melonjak saat malam hari.

Sejauh ini, kendaraan yang melintas di jalur nagrek masih tidak kurang dari 537 kendaraan. Baik roda dua dan empat. Sedangkan sebaliknya  yang melintas dari Timur ke Barat mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan.

Humas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan puncak arus mudik terjadi pada H-2. Ia merincikan jumlah kendaraan yang melintas Nagreg pada H-7 sebanyak lebih dari 35 ribu kendaraan. Sementara pada H-6 mencapai lebih dari 57 ribu kendaraan, H-5 70 ribu kendaran, H-4 sebanyak 80 ribu kendaraan dan H-3 sebanyak lebih dari 100 ribu  dan H-2 sebanyak 142 ribu dan H-1 hingga pukul 10.00 Wib 47 ribu kendaraan.

Dia menyebutkan, puncak arus mudik terjadi pada H-2 kemarin mencapai 142 ribu kendaraan yang melintas Nagreg. Namun, jumlah tersebut tidak melebihi puncak arus mudik pada 2017 yang mencapai 158 ribu pemudik.

“Sekarang relatif ramai lancar dan diperkirakan hingga sore. Malam kemungkinan akan padat yang ke arah Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya,” ujarnya saat ditemui di pos induk Dishub Kab Bandung, Nagreg, Kamis (14/6).

Dia mengatakan, hingga saat ini jumlah kendaraan pemudik yang melintas di jalur Nagreg menurun tapi tidak terlalu signifikan. Sebaran pemudik merata di tiap harinya karena faktor cuti bersama yang panjang.

“Volume kendaraan ada penurunan dari 2017. Kondisi tetap terjadi kepadatan bahkan terjadi stuck kendaraan pada H-3. Faktornya bottle neck di jalur Nagreg menuju Cikaledong menjadi satu lajur termasuk ke Limbangan. Tiap tahun belum bisa terurai,” katanya.

loading...

Feeds