Qiscus Berhasil Gaet 300 Klien, Didukung Penuh Indigo.id

Jumpa pers Qiscus. Foto:Fitrianis Latifa/Radar Bandung

Jumpa pers Qiscus. Foto:Fitrianis Latifa/Radar Bandung

Visi perusahaan tersebut, lanjutnya, adalah realistis karena sebagai perusahaan penyedia chatting platform untuk aplikasi mobile dan website, hal ini selaras dengan prilaku kalangan profesional di Indonesia dan Asia Tenggara yang menggemari diskusi daring saat melaksanakan pekerjaan kantor.

Di sisi lain, potensi pesan instan ini sangatlah besar karena riset menunjukkan return of investment dari chat sebesar 301 persen jika diimplementasikan dengan baik.

Apalagi melalui Qiscus, adopsi teknologi komunikasi chat menjadi sangat cepat (enam bulan jadi dua minggu), lebih murah (menyelamatkan ratusan ribu dolar), sekaligus mampu memenuhi ekspektasi komunikasi pelanggan.

Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2013 oleh empat sahabat yakni Delta Purna Widyangga, Amin Nordin, Muhammad Md Rahim, dan Evan Purnama. Mereka menawarkan sejumlah menu berbeda dibandingkan layanan sejenis yang cuma-cuma.

“Qiscus punya banyak fitur yang siap untuk dipakai tanpa banyak konfigurasi. mulai dari kemampuan real time, typing indicator, online presence, read receipt, berbagai media handling, dan lainnya. Ini juga sangat fleksibel karena bisa digunakan mulai dari konsultasi, member engagement, customer service, dan banyak lainnya,” papar dia.

Delta menambahkan, platform miliknya memungkinkan berbagai integrasi mulai dari integrasi chatbot, video call, data analytics, payment ataupun lainnya. Selain itu, Qiscus bisa menangani hingga mendekati satu juta user chatting sekaligus namun aman dari sisi terkait enkripsi dan on-premise deployment.

Menurut dia, kelengkapan itu yang membuat respon pasar sejauh ini sangat baik ditunjang peningkatan ekspektasi konsumen yang tinggi terkait chat.

Selain digunakan beragam penggunaan, pihaknya juga punya banyak segmen (mulai dari startup, pemerintahan, komunitas, enterprise, dan lainnya) serta berbagai macam industri (kesehatan, pendidikan, e-commerce, sosial, dan lainnya).

(peh)

 

loading...

Feeds