Mendekati Pilkada Serentak, KPU Kota Bandung Giat Mencari Pemilih

Ketua KPU Kota Bandung Rifki Ali Mubarok

Ketua KPU Kota Bandung Rifki Ali Mubarok

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan berupaya menjaring pemilih pindahan atau warga luar daerah yang sementara tinggal di Kota Bandung.

Upaya itu dilakukan agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Kota Bandung pada 27 Juni mendatang memenuhi syarat yang ditetapkan.

Ketua KPU Kota Bandung, Rifki Ali Mubarok memaparkan, warga yang berdomisili di Kota Bandung kebanyakan adalah pendatang dari berbagai daerah lain di Jawa Barat maupun provinsi di luar Jawa Barat.

Mereka merupakan mahasiswa maupun pekerja yang banyak menetap di apartemen. Selain itu, pihaknya juga akan menjaring warga luar Kota Bandung yang berada di Rumah Tahanan (Rutan).

“Kemudian kita juga mengurus daftar pemilih pindahan yang ada di rumah sakit dari dokter, pegawai dan semua jajaran di rumah sakit,” ungkapnya saat dihubungi Radar Bandung, Selasa (29/5/2018).

Dikatakan Rifki, selain menjaring pemilih yang berasal dari luar Kota Bandung, pihaknya juga menargetkan mampu meraih pemilih disabilitas.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan pendataan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengenai jumlah pemilih dan pemilih disabilitas yang ada di Kota Bandung.

“Jumlahnya sekotar 2000-an di Kota Bandung dan sekarang sedang kita petakan. Sekitar 70 persen insyallah bisa kami capai,” kata dia.

Dia melanjutkan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus menyosialisasikan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bandung yang akan berkontestasi pada 27 Juni mendatang kepada masyarakat.

Sebab, target yang ditetapkan pihaknya dalam Pilkada Serentak 2018 di Kota Bandung mencapai angka 70 persen.

“Semoga bisa mencapai 70 persen partisipasi pemilih. Masa tenang mulai 24 Juni dan 10 Juni sudah mulai kampanye melalui media masa, dan di atur oleh KPU,” kata dia.

Rifqi menuturkan, selain melakukn sosialisasi, KPU Kota Bandung juga akan membuat lomba desain TPS semenarik mungkin agar mampu menjaring partisipasi pemilih.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar mengajak para pengusaha untuk memberikan vocer atau diskon agar masyarakat bisa memberikan hak pilihnya.

“Jadi nanti para pemilih kemungkinan akan mendapatkan diskon,” kata dia.

Dalam perlombaan tersebut, pihaknya tidak memiliki tema khusus yang ditekankan kepada para peserta. Sebab, yang menjadi penilaian adalah kreativitas serta keunikan yang mampu diciptakan masing-masing TPS.

Sementara untuk penilaian, pihaknya condong pada bagaimana kreativitas serta partisipasi masyarakat dalam membuat TPS.

“Yang paling penting TPS dibuat menarik untuk para pemilih. Hadiah nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya.

(azs)

 

loading...

Feeds