Warga Leuwigajah Cimahi Nilai Pemerintah Tangani Banjir Bertele-tele

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Warga terdampak banjir di Desa Wongso Rt 2/4 Kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi menilai Pemerintah, lambat dalam penanganan bencana dan betele-tele. Terlebih, sudah hampir dua minggu ini ada rumah yang belum diperbaiki. di wilayah tersebut ada enam rumah yang harus diperbaiki.

Salah seorang warga, Hasanah (50), mengaku, rumahnya yang rusak itu akibat diterjang banjir. Untuk tidur pun saat ini ia dan keluarganya harus mengungsi di balai atau kantor Rw 05.

Dia menambahkan, meski sempat dikunjungi pihak kelurahan namun, hingga saat ini belum ada proses perbaikan atau membangun rumah. Sementara untuk bantuan lainnya yakni, berupa selimut dan beberapa alat sekolah.

“Rumah saya sudah dua minggu ambrug, tapi sampai sekarang belum ada penanganan,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, rata-rata rumah milik warga yang mengalami kerusakan itu karena terdampak bencana banjir, cuaca ekstrem, dan pelapukan serta pergeseran tanah.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastian, mengatakan, setiap rumah yang akan direnovasi nantinya menerima bantuan dari BPBD sebesar Rp15 juta.

“Uang itu jelas harus digunakan untuk membeli material dan ongkos tukang bangunan yang akan mengerjakan perbaikan,” terang Dani.

Dia menambahkan, keterlambatan penanganan tersebut lantaran, harus ada koordinasi dengan Dinas yang lain. Takutnya rumah yang tergusur bukan milik pribadi dan tidak masuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Kami tidak bisa memberikan bantuan langsung, harus ada prosuderal dulu,” ujarnya.

(cr4)

loading...

Feeds