Kompetisi Para Kandidat di Pilgub Jabar 2018 Masih Ketat

Debat Pilgub Jabar 2018 (Riana Setiawan/Radar Bandung)

Debat Pilgub Jabar 2018 (Riana Setiawan/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Mendekati masa pencoblosan yang kurang lebih kurang sebulan lagi, tiga kandidat yang berkompetisi di pilgub Jabar 2018 bersaing ketat.

Hal itu tampak dari hasil survei yang dilakukan Ilma Research & Consulting terhadap 800 responden, 15-20 Mei 2018, di 80 desa/kelurahan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Survei gunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei itu terlihat tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung dalam konstetasi Pilgub Jabar miliki selisih elektabilitas yang sangat tipis.

Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum alias Rindu memiliki elektabilitas sebesar 28,36 persen, unggul tipis dari pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar) dengan 27,88 persen. Sementara, pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan atau Hasanah meraih 19,50 persen, dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan 5,13 persen.

Namun, untuk popularitas dan aksepbilitas calon gubernur, Ridwan Kamil kalah dengan Deddy Mizwar. Kamil dikenal oleh 86,8 persen, sementara tingkat popularitas Demiz sebesar 96,3 persen. Disusul di bawahnya, Tb Hasanuddin (67,9 persen), dan Sudrajat (35,3 persen).

Okan Darsyah, Direktur Eksekutif ILMA RC, mengatakan, tingkat elektabilitas ini masih sangat mungkin berubah. Terlebih, jumlah pemilih mengambang (swing voters) mencapai 38,88 persen.

“Ini menunjukkan bahwa persaingan masih ketat dan dinamis. Apalagi, jumlah responden yang belum yakin pada pilihannya atau masih berubah pilihannya cukup tinggi,” ujar Okan, dalam paparan surveinya di Hotel Malaka Bandung, Kamis (24/5/2018).

loading...

Feeds