Sibuk Ujian, Santri Ponpes Sukamiskin Tetap Fokus Belajar Ini

Para santri Ponpes Sukamiskin, Bandung.

Para santri Ponpes Sukamiskin, Bandung.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sukamiskin tetap fokus belajar hadist di tengah kesibukannya menghadapi ujian kenaikan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA).

Salah satu pengajar Ponpes Sukamiskin, Royida menjelaskan, pembelajaran hadist kepada santri merupakan konsep unggulan. Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun semenjak pesantren berdiri pada tahun 1881.

Meski di tengah ujian, para santri tidak akan kehilangan fokus. Karena, pengajar sudah membuat jadwal sedemikian rupa.

“Belajar hadist dan praktiknya sangat penting. Ujian pun penting untuk mengukur bagaimana santri menangkap pelajaran. Semuanya sudah dijadwalkan,” katanya.

Pesantren yang berlokasi di Jalan Pesantren, kelurahan Arcamanik memang menghilangkan program tahunan ketika ramadan tiba. Meski begitu, bukan berarti kegiatan ibadah para santri hilang begitu saja.

“Kalau kegiatan pesantren kilat memang kami pending dulu,” terangnya.

“Aktifitas mengaji Quran dan pelajaran keagamaan tetap diterapkan, bukan berarti kita hanya belajar mata pelajaran biasa saja,” ia melanjutkan.

Nantinya, beberapa program yang sempat tertunda akibat libur beberapa hari lalu, kata dia, kembali dilanjutkan pada bulan ramadan ini. Sehingga kegiatan keislaman tetap akan ada meski bukan melalui program khusus.

“Seperti beberapa kajian oleh pengajar yang belum tersampaikan pada bulan ini akan di sampaikan kembali,” kata Rosyi.

Sebelumnya Rosyi menjelaskan, program khusus seperti sanlat dan program-program lainnya sempat ada pada tahun-tahun sebelumnya dan materi-materi yang disampaikan tak lain seputar tentang ilmu hadis.

“Biasanya sanlat itu kebanyakan ceramahnya seputar hadis, seperti hadis Arbain,” tuturnya.

Kata Rosyi, materi sanlat sebenarnya sangat penting, mengingat ilmu-ilmu hadis harus dipelajari lebih mendalam oleh semua santri.

“Setiap ramadan sanlat sangat penting untuk santri memperdalam kembali ilmu-ilmu hadis, tapi saat ini berbenturan dengan ujian kenaikan tingkat,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pondok pesantren ini didirikan oleh Kiai Haji Raden Muhammad bin Alqo putera Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta. Saat ini santriwan dan santriwati ponpes Sukamiskin kurang lebih 280 orang dari kalangan MTs dan MA. (azs)

loading...

Feeds