PNS Penebar Hoax Rekayasa di Balik Bom Surabaya, Dibekuk

ilustrasi hoax.foto:Ramdhani/Radar Bandung

ilustrasi hoax.foto:Ramdhani/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, KALBAR – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap seorang pegawai negeri sipil berinisial FSA yang menyebarkan hoax di media sosial tentang rekayasa di balik serangan teror belakangan ini. FSA merupakan kepala sekolah di SMP Negeri Kayong, Kalbar.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo mengatakan, FSA telah menjadi tersangka pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Pada hari ini FSA, PNS pelaku ujaran kebencian atau pelanggar UU ITE sudah ditahan,” kata dia, Rabu (16/5).

FSA disangka melanggar Pasal 19 ayat 6 UU ITE. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Menurut Nanang, FSA ditangkap pada Minggu (13/5) pukul 16.00 WIB oleh Satuan Reskrim Polres Kayong Utara di rumahnya. Sebelumnya, FSA dalam unggahannya di media sosial menyebut bom Surabaya yang menyasar tiga gereja merupakan hasil rekayasa untuk menenggelamkan tagar #2019GantiPresiden.

“Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana triliunan antiteror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong… Rakyat sendiri luhantam juga. Dosa besar lu..!!!” tulis FSA dalam melalui akun Fitri Septiani Alhinduan di Facebook.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto telah menyanggah tudingan tersebut. Dia menyebut tudingan pengalihan isu itu merupakan hoax.

“Nanti kami buktikan. Kalau ini pengalihan isu masa korbannya banyak sekali. Banyak yang mengatakan begini karena Polri minta anggaran,” tegas dia.

(mg1/jpnn)

 

 

loading...

Feeds

Telkomsel dan Erajaya Hadirkan HALO Device Plan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel bekerjasama dengan …