Manulife Raih Pertumbuhan Kuat pada 2017

(Dari kiri) Direktur dan Chief Financial Officer Manulife Indonesia, Direktur Apriliani Siregar, Presiden Direktur & CEO Jonathan Hekster, Direktur dan Chief Marketing Officer Novita Rumngangun, Direktur Hans De Waal, dan Direktur Karjadi Pranoto sebelum mengumumkan kinerja keuangannya pada tahun 2017, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

(Dari kiri) Direktur dan Chief Financial Officer Manulife Indonesia, Direktur Apriliani Siregar, Presiden Direktur & CEO Jonathan Hekster, Direktur dan Chief Marketing Officer Novita Rumngangun, Direktur Hans De Waal, dan Direktur Karjadi Pranoto sebelum mengumumkan kinerja keuangannya pada tahun 2017, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Sepanjang 2017, Manulife Indonesia telah membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp 18 miliar per hari atau berkisar Rp 753 juta per jam. Tahun 2016, jumlah Manulife Indonesia membayar klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas, dan manfaat lainnya sebesar Rp 6,8 triliun. Sedangkan tahun 2015 mencapai Rp 5,6 triliun.

“Klaim memang menurun. Tapi yang penting, tiap tahun kita bayar sekitar Rp 7 triliun, tetapi kita masih kuat,” kata Hekster.

Dikatakan, komitmen memberi pelayanan maksimal kepada nasabah. Pembayaran klaim yang cepat menjadi salah satu fokus layanan Manulife Indonesia. Hal itu jugalah yang membuat Manulife terus dipercaya sehingga aset dana kelolaan terus meningkat dari Rp 55,8 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 67,6 triliun di 2017.

“Kami menyadari tanggung jawab kami sebagai penyedia asuransi terpercaya untuk membayarkan klaim kepada nasabah. Karena itu, kami selalu berupaya berinovasi menyederhanakan dan mempermudah pengalaman nasabah, serta membayar klaim secara cepat dan tepat,” papar Hekster.

Pada kesempatan itu, saat ditanya tentang prospek Manulife di tahun ini, Hekster optimistis bisa mencapai kinerja positif. “Tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik. Tapi kami tetap optimistis indikasi masih seperti yang disampaikan AAJI yakni tahun ini akan ada pertumbuhan 20-30%,” tutur Hekster.

Menurut dia, Manulife sudah 33 tahun di Indonesia, makanya tahun politik tidak mempengaruhi penjualan. Makanya, kata dia, ekspektasi Manulife masih tinggi untuk 2018. Karena dasar ekonomi Indonesia sangat bagus.

(azm/pojokbandung)

 

 

 

loading...

Feeds