Keren…Jurnalistik FC Kembali Rebut Piala Bergilir Rektor UIN SGD 2018

Jurnalistik FC UIN Bandung juara lagi

Jurnalistik FC UIN Bandung juara lagi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Jurnalistik FC kembali rebut piala bergilir Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2018. Dengan begitu, tim kebanggaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menjadi salah satu tim terbanyak meraih gelar dengan lima kali juara.

Kemenangan tim besutan coach Asep Sofiyan Ansori ini, dipastikan setelah Aditya Prayitno mecetak gol di menit 60 babak ke dua. Sepakannya tak mampu dihadang penjaga gawang Ilmu Hukum. Hingga akhir pertandingan skor 1-0 untuk Jurnalistik FC.

Pelatih Kepala Jurnalistik FC Asep Sofiyan Ansori, mengatakan, kemenangan timnya ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid baik di dalam maupun di luar lapangan. Bahkan, pelatih yang karib disapa A Openg ini sangat mengapresiasi solidnya para suporter yang harus rela menjadi bulan-bulanan Satpam kampus yang sungguh sangat tidak mendidik.

“Respect untuk suporter yang tanpa mengenal lelah walaupun harus meneteskan darah, tapi akhirnya kita bisa meraih gelar juara LSMAJ untuk kelima kalinya, Alhamdulillah,” ujarnya.

Kendati demikian, pelatih yang karib disapa A’openg ini tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap pemangku jabatan di Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik, yang dinilai kurang memberikan suport terhadap skuad Jurnal FC 2018. Padahal, menurutnya, tanpa bisa dinafikan bahwa, populisnya Prody Jurnalistik khususnya di lingkungan kampus UIN Bandung dikarenakan prestasi sepakbolanya.

“Tapi tak apalah, yang  penting sekarang kita sudah bisa menambahkan satu bintang di dada kita. Semoga impian saya secara pribadi bisa terwujud agar nanti kedepan jersey jurnal fc varian warnanya penuh dengan bintang-bintang,” ucap Openg dengan candanya.

Sementara itu, Senior Jurnalistik UIN Bandung Andri Ridwan Fauzi, mengatakan, sebagai alumni tentunya menyampaikan selamat kepada para pemain jurnalistik. Semoga pencapaian ini menjadi pemicu bagi para mahasiswa untuk lebih kreatif, inovatif, dan mempertahankan tradisi positif yang telah ditorehkan selama ini.

“Jangan pernah merasa puas dan takabur atas prestasi yang telah dicapai selama ini. Tetapkan menjadi padi yang semakin matang semakin menunduk dan tidak pernah menyombongkan diri sendiri,” ucapnya.

‎ (gat)

 

loading...

Feeds