Pergerakan Simpatisan “Asyik” Harus Diwaspadai Paslon Gubernur Lain.

Ribuan Kader dan Simpatisan saat hadiri kampanye Asyik

Ribuan Kader dan Simpatisan saat hadiri kampanye Asyik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hasil survei paslon gubernur Sudrajat-Syaikhu masih kalah dari paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi atau Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Namun, paslon yang diusung PKS, Gerindra dan PAN ini masih berpotensi membalikan keadaan dengan merebut suara swing voters.

Hal itu disampaikan pengamat politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan saat dihubungi, Senin (14/5/2018). Ia memprediksi swing voters yang didominasi kaum milenial dalam Pilgub Jabar sebanyak 30 persen.

Jumlah itu akan dimanfaatkan oleh semua paslon. Namun, melihat agresifitas simpatisan, PKS dinilai lebih baik.

Komparasinya adalah dalam penyelenggaraan pilgub pada tahun 2008 dan tahun 2013 yang keluar menjadi pemenang adalah Ahmad Heryawan yang sama sekali tidak diunggulkan.

PKS dinilai lebih efektif apalagi, doktrin memilih pemimpin sebagai ibadah masih kuat menempel di hampir semua kader. Mereka bisa bergerak tanpa bantuan logistik dari partai.

“Tanpa logistik, mereka (kader PKS) tetap bisa jalan,”  ujarnya.

Ubtuk itu, Aseo mengingatkan kepada paslon gubernur Jawa Barat yang lain harus tetap mewaspadai gerakan simpatisan Asyik, jangan terlena dengan hasill survei yang sudah dirilis sejumlah lemvaga.

“Geraknya mesin PKS ini dibarengi fanatisme dan mereka bekerja sangat serius. Jangan terlena karena bisa saja suara yang telah diraih itu sebenarnya hanya sepersekian persennya saja dari total pemilih di Jabar,” ucap dia.

Terkait swing voters, Asep membaginya kedalam  tiga kategori. Yaitu, calon pemilih yang belum mengetahui data tentang kandidat paslon. Lalu, mereka yanh tidak berafiliasi secara politik. Terakhir,  mereka sudah menetapkan pilihan namun belum terbuka.

“Saya memprediksi, dari jumlah DPT sebanyak 31 juta, ada 30 persen swing voters,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS Ledia Amaliah Hanifah mengungkapkan, mesin partai sudah bergerak, termasuk calon legislatif DPRD Provinsi, Kabupaten/kota dan DPR RI dari PKS dan Gerindra.

Bahkan, sebagian daerah ketiga partai pengusung sudah melakukan pelatihan saksi untuk pemilihan nanti.

“Mereka sudah bergerak, sebagian besar bahkan menyiapkan urusan logistiknya sendiri-sendiri,” ucapnya singkat.

(ziz)

loading...

Feeds