Lewat Fun Walk dan Fun Bike, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Masyarakat Paham Jaminan Sosial

MELEPAS PESERTA: Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif saat melepas peserta fun walk dan fun bike di Sabuga Bandung, Minggu (13/5/2018). (foto : ASEP RAHMAT HIDAYAT)

MELEPAS PESERTA: Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif saat melepas peserta fun walk dan fun bike di Sabuga Bandung, Minggu (13/5/2018). (foto : ASEP RAHMAT HIDAYAT)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Jawa Barat menggelar kegiatan fun walk dan fun bike di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Acara yang diikuti tak kurang dari 2.000 para pekerja dan peserta BPJS Ketenagakerjaan itu dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day) yang jatuh setiap 1 Mei.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat Kuswahyudi, dan dari unsur pemerintahan yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jabar, Ferry Sofyan.

Khrisna menuturkan, kegiatan tersebut merupakan wujud apresiasi perayaan Hari Buruh. Selain itu, pihaknya mendorong para pekerja untuk tetap memelihara kesehatan dan paham akan program-program jaminan keselamatan kerja.

“Kami ingin masyarakat khususnya dikerjakan sadar akan kesehatan dan paling penting paham terhadap jaminan sosial yang diberikan negara. Kegiatan ini dilakukan secara serempak. Tak hanya di Bandung, kata dia, fun walk dan fun bike dilaksankan di Semarang, Makasar dan kota-kota lainnya,” ucap Krisna usai melepas peserta fun walk dan fun bike, Minggu (13/5/2018).

Kata dia, acara ini juga sekaligus mendorong agar para pekerja baik pada sektor formal maupun informal di Jabar bisa menjadi peserta aktif mengingat sejauh ini jumlah kepesertaan terbilang rendah. Contohnya saja, di sektor informal di wikayah Jabar yang bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baru 300 ribu dari 10 juta pekerja informal, sementara sektor formal baru 6 juta dari 9 juta.

“Acara ini juga sebagai bentuk sosialisasi kami,” tuturnya.

Sementara itu Kuswahyudi menambahkan, dalam sejarah buruh lebih dikenal sebagai kelompok yang termarginalkan keberadaannya. Padahal persentase data BPS Februari 2017 sebesar 38% total jumlah status pekerjaan utama merupakan kontribusi buruh terhadap peningkatan perekonomian negara.

loading...

Feeds