Rupiah Masih Enggan Beranjak di Akhir Pekan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Perdagangan nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) diperkirakan masih akan mengalami pelemahan menyusul masih tingginya permintaan terhadap USD. Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priymbada mengatakan, harapan sentimen yang ada dapat lebih positif untuk menahan dan menghalangi pelemahan lebih lanjut.

Menurutnya, pelemahan yang ada saat ini membuat sejumlah kalangan khawatir. Ditambah sentimen dari dalam negeri dianggap belum cukup kuat signifikan untuk mengangkat Rupiah. Adanya rilis inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat laju USD sedikit turun.

“Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda sehingga Rupiah dapat tertahan pelemahannya. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 14.100 dan resisten 14.058,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/5).

Reza menjelaskan, pelemahan rupiah masih terjadi seolah tidak ada sesuatu yang menghalangi pelemahan tersebut. Meningkatnya kembali permintaan akan USD seiring imbas naiknya imbal hasil obligasi AS memberikan dampak negatif pada pergerakan Rupiah.

Sementara itu, dari dalam negeri meski terdapat sejumlah sentimen positif namun, kurang dapat menghalangi pelemahan nilai tukar Rupiah.

“Adanya anggapan bahwa melemahnya nilai tukar Rupiah akan dapat berimbas positif pada kegiatan ekspor yang dapat meningkatnya cadangan devisa tampaknya tidak banya berpengaruh dimana Rupiah tetap melemah,” tuturnya.

Di sisi lain, pelaku pasar lebih memperhatikan rilis data inflasi AS karena nantinya berkaitan dengan keputusan The Fed untuk menaikan suku bunganya.

(mys/jpc/pojoksatu)

 

loading...

Feeds