Tersangka Narkotika ‎Ini Sudah Jadi Langganan Lapas

Tersangka F yang diamankan Bea Cukai, ia terciduk untuk yang ketujuh kalinya. Kali ini F digagalkan atas upaya penyelundupan NPP atau jenis ekstasi golongan 1 sebanyak 1953 butir.

Tersangka F yang diamankan Bea Cukai, ia terciduk untuk yang ketujuh kalinya. Kali ini F digagalkan atas upaya penyelundupan NPP atau jenis ekstasi golongan 1 sebanyak 1953 butir.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Tersangka F yang diamankan Bea Cukai ketujuh kalinya terciduk. Kali ini F digagalkan atas upaya penyelundupan NPP atau jenis ekstasi golongan 1 sebanyak 1953 butir yang dikirim paket via Kantor Pos MPC Bandung.

Kecurigaan bermula saat petugas Bea Cukai mencurigai barang anomali terhadap image x-ray atas paket pos dari Bangladesh menuju ke Bandung. Hasil pemeriksaan dengan ‎unit k-9 Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat, diperoleh sejumlah tablet berwarna merah dan abu-abu yang disembunikan dalam mainan.

“Jika dirupiahkan seharga Rp781.200.000, dengan kerugian immaterial yang ditimbulkan bisa mengamcam 3.906 jiwa,” tutur Kepala Kantor Direktorat Jendral Bea Cukai Jawa Barat, Saefulloh Nasution di kantornya, Senin (7/5).

‎F merupakan tersangka langganan lapas sejak zaman usianya masih remaja, lima kali masuk penjara karena kasus tipu gelap dan kedua kalinya terjerat narkoba.

“Alamat yang ditujukan di dalam pos itu pun alamat lapas,” tuturnya.

Saefulloh menyebut F hanya memiliki KTP lapas, sehinga tidak bisa dihubungi keluarga dekatnya. Parahnya, ia pun kini mengidap stadium 3 HIV/AIDS.

“Izinkan kami untuk memeriksa lebih lanjut terhadap kasus ini, jadi identitas tidak bisa dibuka seluruhnya,” tegasnya.

Kini, F kembali dijerat Pasal 113 ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak sebensar Rp10 miliar.

(nda)‎

 

 

loading...

Feeds