Pengamat: Reaktif Cuitan Nakal, Bukti Tim Ridwan Kamil Lemah

ilustrasi pilkada

ilustrasi pilkada

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum terbukti tidak memiliki tim media yang kuat. Kasus cuitan nakal sang Cagub menjadi liar dan tidak diantisipasi oleh tim suksesnya.
Menurut Pengamat Politik Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf, sebetulnya pada awal memilih calon pemimpin, ada yang disebut penelusuran (tracking). Pada saat itu, tim harus menemukan rekam jejak sang calon, termasuk perilaku negatifnya.

“Saat memilih calon pemimpin, ada yang namanya tracking. Ini terjadi di awal saat akan diusung. Diharapkan ada penelusuran seluruh rekam jejak sang calon,” kata Asep, Sabtu (28/4).

Menurut Asep, tim tracking tersebut mengumpulkan data fakta pernyataan dan tulisan yang kurang berkenan dari si calon. Hal tersebut untuk mengantisipasi serangan lawan politik dengan menjawab secara kontekstual dan rasional.

“Tim telah menyiapkan jawaban untuk mengantisipasi bola liar yang digulirkan lawan. Kasus Ridwan Kamil tidak kontekstual, harusnya dijelaskan secara rinci,” jelasnya.
Asep menyatakan, tim Rinduk kurang bagus mengelola isu karena isu menjadi tidak proporsional. Seharusnya disiapkan melalui tracking sebelumnya.

“Harus ada tim untuj klarifikasi. Sekarnag terlihat kalau pengelolaan isunya buruk. Harusnya menohok ke sasaran supaya tidak kehilangan reputasi,” bebernya.

Asep Warlan menilai, kasus cuitan nakal Ridwan Kamil sebenarnya peristiwa politik biasa. Namun diharapkan jangan sampai ada fitbah.

“Sekarang kelola isunya, sikapi bijak, tim kelola untuk mengcounternya. Kalau bagus, malah menguntungkan dan tidak berdampak besar. Harus dengan data, metode, dan media yang tepat. Ridwan Kamil terlalu reaktif, bukan responsif. Khawatir publik malah jadi tidak simpatik,” bebernya.
Direktur Penelitian Indonesian Strategic Yuhka Sundaka mengatakan, cuitan Ridwan Kamil tersebut hanya pendapat dalam eleksi pemimpin. Namun oleh lawan politik diumbar sebagai kekurangan Ridwan Kamil.

“Lawan politik sudah melihat sebagai bagian taktik. Tinggal kubu RK mengklarifikasi dengan cara yang elegan. Dalam dua tiga bulan terakhir, fokus ke program aja,” tegasnya. (*/nto)

loading...

Feeds