Kualitas Lagu Anak Memprihatinkan, Lahirlah ‘Sejuta Pelangi Indonesia’

Launching Album 'Sejuta Pelangi', di Rabbit Town. (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Launching Album 'Sejuta Pelangi', di Rabbit Town. (Nur Fidiah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Sedikit perhatian dan kurangnya lagu positif bagi anak-anak Indonesia adalah bentuk awal lahirnya sebuah karya anak bangsa yang bertema ‘Sejuta Pelangi Indonesia’.

#SaveLaguAnakIndonesia menjadi hashtag spirit campaigne untuk tidak lelah memperjuangkan kedudukan lagu anak-anak di belantika musik Indonesia.

Cakra Dewa selaku produser ‘Sejuta Pelangi Indonesia’ mengaku prihatin melihat porsi lagu anak-anak yang hampir tidak ada, sehingga mereka yang seharusnya mendengarkan musik sesuai dengan usianya kini menjadi dewasa sebelum waktunya melalui musik-musik modern.

“Lagu anak-anak di Indonesia sudah sangat menurun, saya prihatin dan akhirnya tergerak untuk membuat satu buah karya yang tujuannya campaign,” ucapnya kepada Radar Bandung di sela Launching Album ‘Sejuta Pelangi’, di Rabbit Town.

Dengan nama ‘Sejuta Pelangi’, Cakra ingin pelangi yang diberikan merupakan semangat dan harapan baru bagi industri musik anak-anak. Pria berkacamata itu juga mengaku proyeknya ini terinspirasi dari artis senior, Titiek Puspa, yang juga turut memperjuangkan lagu-lagu bertema Nasionalis.

“Bedanya kalau eyang Titiek Puspa itu dinamai ‘Duta Cinta Titiek Puspa’, membuat lagu bertema nasionalis dengan penyanyi usia 12-16 tahun,” sambungnya.

Sedangkan ‘Sejuta Pelangi’ dinyanyikan oleh anak-anak usia 5-12 tahun. Dengan format solois dan group, album yang berisikan tujuh buah lagu ini menceritakan kebahagiaan karena sebentar lagi liburan atau sosok ibu dan ayah yang dituangkan ke dalam sebuah lagu.

Lagu-lagu tersebut dibawakan oleh lima solois dan dua group anak-anak dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Cirebon.

Anak-anak dipilih melalui proses audisi dan ada juga yang sudah lebih awal terjun ke dalam industri musik, yaitu Sabilla (Mama), Superkids (My Daddy My Hero), Gea (Taman Langit), Jihan (Ucu-ucu), Bilqis (Libur Telah Tiba), Syakira (Olahraga), dan D’Quinny (Merinding Disko).

“Genre lagunya kebanyakan pop tapi ada juga yang improve sedikit dangdut dan beat seperti di lagu ‘Merinding Disko’. Sengaja dibikin begitu biar yang dengernya juga semangat, porsinya pas buat anak-anak. Liriknya simple dan bisa terus di ingat,” tuturnya.

Kini, album yang juga dibuat bersama Gstar&Icons Management tersebut sedang tahap promosi ke beberapa daerah, Kota Bandung menjadi destinasi kedua setelah Jakarta.

“Alhamdulillah proyek kami juga didukung oleh pemerintah yang juga sedang mencoba kembali menggaungkan lagu anak-anak. Semoga setelah launching album ‘Sejuta Pelangi’ semakin banyak yang aware dengan lagu anak-anak jadi kalau di mobil dengerinnya bukan lagi musik dewasa,” pungkasnya.

(fid)

loading...

Feeds