Pameran Banjir Alumni ITB Sentil Pemerintah

Pameran bertema #Banjir yang digelar Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Pameran bertema #Banjir yang digelar Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (Nur Fidiah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Banjir yang kerap melanda Kota Bandung tak lepas dari rakusnya pembangunan. Resapan air dan hutan lindung di wilayah Bandung Utara kian terancam.

“Kejadian bencaba banjir yang melanda daerah Cicaheum dan sekitarnya minggu lalu bukan hal yang aneh,” kata seniman Tisna Sanjaya, dalam pameran bertajuk #Banjir Ikatan Alumni Seni Rupa ITB yang digelar 21 – 28 April 2018 di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK).

“Kejadian bencana alam akibat ulah manusia, kerakusan membangun hotel-hotel, vila, perumahan di lahan resapan air dan hutan lindung wilayah Bandung Utara telah mengakibatkan bencana banjir yang meluluh lantakan lingkungan Cicaheum dan sekitarnya,” lanjut Tisna.

Pameran bertema #Banjir yang digelar Ikatan Alumni Seni Rupa ITB (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Karya yang ditampilkan mulai dari seni lukis, patung, dan video art yang dikerjakan oleh 64 alumni ITB dari beragam angkatan.

“Kami angkat tema banjir sebab ini merupakan salah satu bentuk solidaritas terhadap bencana alam yang terjadi di Kota Bandung dan sekitarnya,” kata Tisna.

Rencana pameran dibuat setelah kejadian banjir di daerah Cicaheum beberapa waktu lalu. Melumpuhkan lalu lintas dan beberapa rumah pun pertokoan yang ikut rusak.

Melihat kejadian tersebut, akhirnya IASR ITB berkumpul dan akhirnya terbentuk satu pameran besar yang isinya menampilkan segala macam tentang banjir.

“Banjir disini kami definisikan bukan hanya air tapi juga bisa banjir yang lain, seperti teknologi dan pikiran,” imbuhnya.

Saat memasuki gedung YPK, pengunjung bisa langsung melihat gantungan air yang dimasukan kedalam air, sekira 100 gantungan disusun menyerupai ombak air banjir. Yang mendefinisikan lajur air saat terjadi ombak.

“Jadi kalau banjir itu kan, misalkan jalan itu pasti ada hambatannya, entah terhalang lumpur dan sejenisnya. Nah saya mau menggambarkan banjir seperti itu,” sambungnya.

Di sebelah kanan pintu masuk, pengunjung bisa melihat sebongkah rakitan yang disusun rapih menyerupai ombak air. Terbuat dari susunan wajan, galon air, dan barang bekas lainnya karya Tisna Sanjaya.

“Saya berharap setelah dibuatnya pameran ini, pemerintah bisa lebih peka dan serius menangani permasalahan di Kota Bandung. Banjir air dan lumpur yang menenggelamkan warga hanyalah salah satu contoh dari akumulasi situasi dan kondisi budaya warganya dan gambaran dari kelemahan para pemangku kebijakan kota ini dalam bersikap,” pungkasnya.

(fid)

loading...

Feeds