Proyek Pembangunan di Bukit Cireundeu Dihentikan

Proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan (Gatot/Radar Bandung)

Proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, dihentikan. Sebab, pembangunan yang dikerjakan oleh PT. Nur Mandiri Jaya Properti itu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Saat Komisi III DPRD Kota Cimahi menggelar sidak ke lokasi proyek pembangunan, Selasa (24/4) tidak ada satu pun dari pihak pengembang yang berada di lokasi pengerjaan.

Di sela-sela sidak tersebut, petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cimahi langsung mencabut kunci mobil keruk yang sedang beroperasi.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cimahi Mahpuri, mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan pembangunan yang dilakukan di bukit Cireundeu. Diketahui, wilayah tersebut merupakan kawasan hijau yang ada di Kota Cimahi.

“Kita (DPRD) jelas sangat kecewa. Lingkungan yang jadi jantung kota dibabat habis,” kata Mahpuri di lokasi, Selasa (24/4) lalu.

Dengan adanya pembangunan tersebut, pihaknya prihatin atas pertimbangan pemerintah yang begitu mudah dalam memberikan izin pembangunan.

“Kalau begini, pemerintah tidak peduli terhadap lingkungan. Bahkan, tidak punya ketegasan,” ucapnya.

Selain itu, yang menjadi pertanyaan banyak pihak adalah, ketika Walikota Cimahi Ajay M Priatna yang menyatakan belum mengetahui adanya pembangunan perumahan di kawasan tersebut.

Namun, ketika pihak DPRD Cimahi melakukan sidak, ternyata Pemerintah Kota Cimahi telah mengeluarkan izin prinsip yang telah ditandatangani langsung oleh Walikota Cimahi.

“Ini sudah jelas ada tandatangan walikota di surat izin prinsipnya. Makanya kami lakukan sidak agar tahu kebenarannya,” ungkapnya.

Berita sebelumnya, sebagian wilayah hijau di pegunungan Kota Cimahi kemungkinan bisa hilang. Penyebab hilangnya kawasan hijau tersebut akibat dari, ulah pengembang yang akan membangun perumahan.

Lokasi pembangunan yang terletak di dekat Kampung Adat Cireundeu itu kini terlihat berbeda. Umbul-umbul yang tegak mengelilingi area pembangunan ditambah aktifitas mobil keruk (beko) di sekitaran proyek, menjadi pemandangan yang jelas tidak nyaman.

Pembangunan perumahan itu sebetulnya, mendapat penolakan dari warga namun, pihak pengembang seolah tidak menghiraukannya.

“Waktu itu warga sudah berupaya menolak rencana pembangunan perumahan tersebut. Pertimbangannya, lantaran khawatir terjadi bencana alam longsor,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pihak pengembang yang melaksanakan pembangunan di lingkungan RW 10, Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan itu, dinilai tidak memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan.

loading...

Feeds