Banyak Bangunan di Bandung Rentan Tergerus Aliran Sungai

Warga beraktivitas di pemukiman kumuh di samping Sungai Cikapundung, Bandung. FOTO ILUSTRASI: RIANA  SETIAWAN

Warga beraktivitas di pemukiman kumuh di samping Sungai Cikapundung, Bandung. FOTO ILUSTRASI: RIANA SETIAWAN

POJOKBANDUNG.com – Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, 70 persen dari 552 kilometer di dua sisi panjang sungai di Kota Bandung terdapat bangunan rumah warga.

“Ini membuat kami sulit me‎lakukan pemeliharan terhadap kirmir. Tidak heran, kirmir yang usianya memang sudah tua, tidak kuat lagi menahan hantaman air,” ujar Kepala DPU Kota Bandung, Arief Prasetya, Senin (23/4).

Arief mengatakan, kesulitan inilah yang membuat pihaknya tidak bisa berbuat banyak ketika ada rumah yang roboh karena terbawa rus sungai ketika hujan deras.

Menurut Arief, pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap kirmir yang roboh tersebut, dengan catatan, rumah warga tersebut mundur sekitar dua meter dari bibir sungai.

“Kalau tidak mundur, kami tidak akan melakukan perbaikan,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Bandung sendiri, lanjut Arief, tidak bisa memaksa warga untuk pindah dari bibir sungai. Karena itu akan menimbulkan polemik lain.

“Jadi ya yang bisa kita lakukan hanya menunggu ada musibah menimpa mereka yang rumahnya di bibir sungai. Kalau ridak, tidak akan bisa memindahkan mereka,” terangnya.

Hal ini sama dengan kasus yang menimpa warga Pagarsih yang rumahnya dibangun di bibir sungau Citepus. Mereka yang rumahnya ambruk saat hujan, Minggu (22/4) lalu.

“Mereka harus mundur dua meter dari lokasi semula,” terangnya.

Rumah mereka ambruk karena kirkir di sungai Citepus tidak bisa menahan aliran air yang deras akibat curah hujan yang tinggi.

Arief mengakui, kapasitas basement air Pagarsih tidak bisa menampung debet air, sehingga air meluap ke rumah warga.

“Ini murni karena debit air yang tinggi. Sehingga, basement tidak bisa menampung air,” tegasnya.

Menangani banjir di kawasan Pagarsih dan Pasteur, lanjut Arief, tidak bisa hanya dilakukan di titik tersebut. Melainkan harus dari kawasan Bandung Utara, sepanjang di KBU tidak diperbaiki, maka di Kota Bandung akan tetap begini.

“Karenanya, yang bisa kita lakukan hanya memanaj air,” tambahnya.

Yang dimaksud dengan memanaj air adalah, mengeruk sedimentasi, melancarkan aliran sungai dan membangun basement air.

“Karena pembangunan basement air pagarsih masih belum bisa mengatasi banjir, kami akan membangun tol air di Kawasan Sirnaraga,” pungkasnya.

(mur)‎

loading...

Feeds

Telkomsel dan Erajaya Hadirkan HALO Device Plan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel bekerjasama dengan …