Tempat Khusus bagi Perokok di Bandung Masih Jarang

anti merokok

anti merokok

POJOKBANDUNG.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menemukan banyak tempat yang belum menyediakan tempat khusus untuk perokok.

Temuan tersebut berdasarkan pantauan Satuan Tugas (Satgas) Kawasan Tanpa Rokok (KTR)  yang dibentuk beberapa bulan lalu.

Satgas KTR berjumlah 34 orang yang terdiri dari tim gabungan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub, Diskominfo, DLHK, Disdik, Disbudpar, Dispora, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Bagian Humas, Kemenag, Puskemas, UPT PKM Puter, Kopo, Sukarasa, dan UPT Cibuntu.

Selama diresmikan 26 Maret Satgas KPR dibentuk untuk menegakan uu kesehatan Nomor 36 tahun 2009 dan Peraturan Walikota (Perwal) Kota Bandung no 315 tahun 2007.

Selama menyelesaikan tugas satu bulan, Dinkes menginginkan akan ada evaluasi terlebih dahulu sebelum masuk pada bulan ke dua.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita menjelaskan, bulan pertama Satgas KTR sudah terjun langsung di lingkungan sekolah, restoran, hotel dan kantor-kantor dinas di kota bandung.

Tak banyak dari tempat yang sudah diperiksa masih ada yang belum memiliki ruang khusus merokok.

“Padahal ruang khusus merokok itu sudah tertulis di perwal,” ujarnya kepada Radar Bandung di jalan Pajajaran, beberapa hari lalu.

Rita mengatakan, untuk tahap pertama sendiri ia belum mendapatkan laporan pasti terkait berapa jumlah tempat-tempat yang belum membuat ruang khusus untuk perokok.

Kata dia, dalam waktu dekat akan ada evaluasi terlebih dahulu sehingga bulan ke dua lebih maksimal.

“Jadi Mulai dari sekarang, tempat-tempat yang sudah masuk kategori pemeriksan Satgas KTR, harus memiliki tempat khusus untuk meroko agar saling menghargai satu sama lain,” tuturnya.

Kata Rita, Satgas KTR sangat penting untuk Kota Bandung dengan berpayung hukum Perwal dan uu Kesehatan, ia rasa, bisa membantu pemerintah kota bandung dalam menjalankan peraturan tersebut.

Di samping itu, Satgas KTR juga menjaga kesehatan masyarakat kota bandung dari asap rokok.

“Asap rokok itu mengganggu untuk semua masyarakat apa lagi yang prokok pasif, sangat mengganggu,”sambungnya.

Kendati demikian, Asap rokok dikatakanya, bisa juga mengganggu janin dari ibu hamil jika beberapa perokok terus merokok disembarang  tempat. Ditambah beberapa penyakit lain bisa timbul akibat asap rokok itu sendiri.

“Pada intinya Pemerintah Kota Bandung akan mencegah dengan baik, demi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam bulan kedua, Rita meyakini, usaha Satgas KTR akan lebih maksimal dalam menegakan kawasan bersih tanpa asap rokok dan pembuatan ruang khusus di beberapa tempat yang  masih belum memiliki tempat khusus perokok.

“Bulan kedua kami akan maksimalakan, makanya perlu ada evaluasi dahulu,”pungkasnya.

(Cr3)

loading...

Feeds