Perjuangan 116 Guru Korban Phk Sepihak Yayasan Al-Zaytun

116 guru di Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Ma’had Al-Zaytun Blok Sandrem, Kabupaten Indramayu, di-PHK sepihak (Gumilang/Radar Bandung)

116 guru di Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Ma’had Al-Zaytun Blok Sandrem, Kabupaten Indramayu, di-PHK sepihak (Gumilang/Radar Bandung)

MEREKA di-PHK karena mengkritisi adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang semestinya masuk ke rekening yayasan, mereka menemukan bukti, dana yang seharusnya terserap kepada anak-anak di yayasan tersebut malah masuk ke rekening pribadi seorang Ketua Pembina Yayayan Pesantren Indonesia yang merangkap sebagai pimpinan Ma’had Al-Zaytun bernama Panji Gumilang.

Hari itu, Kamis (5/4), empat orang pria tengah duduk di sebuah meja rapat berbentuk bundar memanjang, nampak mereka sedang menunggu seseorang. Jam menunjukan pukul 10.45 WIB, sesampainya orang yang mereka tunggu tiba, nampak besar harapan terpancar di wajah mereka menyambut kedatangan seseorang tersebut.

Mereka bersalaman dan berkenalan satu sama lain. Empat orang tersebut adalah Mustakim (Guru Fisika dan Manajer Madrasah Ibtidaiyah), seorang pria berkacamata menggunakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda.

Mustakim menjadi sosok yang paling aktif berbicara di antara tiga orang lainya. Lalu, Anang Sundayana (Guru Ekonomi Akuntansi dan Humas Dewan Guru), seorang pria yang selalu tersenyum dan tertawa membuat cairnya suasana, waktu itu ia memakai kemeja lengan pendek berwarna putih dengan corak garis vertikal.

Lalu ada Djarot Wahyu Santoso (Guru Ekonomi dan Pembina Asrama Dewan Guru), nampak raut wajahnya menggambarkan seseorang yang mempunyai semangat juang yang tinggi, menggunakan peci di kepalanya dengan pakaian batik kerah lengan pendek berwarna hijau dengan corak garis zig-zag.

Terakhir, Noviastono (Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sekretaris Dewan Guru), orang yang kalem dan nampak pendiam namun menjadi seseorang yang serius ketika berbicara.

Mustakim nampak mengeluarkan sejumlah kertas dari dalam tas yang dibawanya, ia megeluarkan sejumlah laporan-laporan kasus mengenai apa yang ia alami dengan ke tiga orang lainnya yang berada di ruangan tersebut.

Sambil mengeluarkan batuk kecil, Mustakim memulai ceritanya. Mustakim menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika para guru yang mengajar di Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Ma’had Al-Zaytun Blok Sandrem, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengusulkan adanya sebuah perbaikan terhadap sistem manajemen pendidikan dan asrama yang ada di YPI Al-Zaytun tersebut.

Semulanya, pihaknya juga menyarankan kepada yayasan YPI Al-Zaytun untuk dapat mendaftarkan dan mengikuti sertifikasi ISO, agar sistem manajemen yang ada di YPI Al-Zaytun menjadi aktuntabel dan transparan.

loading...

Feeds

Telkomsel dan Erajaya Hadirkan HALO Device Plan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel bekerjasama dengan …