KAA ke-63, Saatnya Tingkatkan Kerjasama dengan Afrika

Gelaran Karnaval Asia Afrika di Bandung. (khairizal maris)

Gelaran Karnaval Asia Afrika di Bandung. (khairizal maris)

POJOKBANDUNG.com – Rangakaian Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-63 sudah dibuka dengan pengibaran bendera oleh 400 anggota Paskibra Kota Bandung.

Ada 109 bendera peserta KAA dan satu bendera Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), di Jalan Sukarno, Kota Bandung.

Selain upacara, peringatan KAA akan diisi oleh sejumlah kegiatan seperti Bandung History Games pada 21 April, bincang-bincang dengan saksi sejarah KAA pada 23 April, International Student Gathering pada 26 April dan jelajah malam Museum KAA pada 27 April.

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menjelaskan, pengibaran bendera itu menjadi rangkaian pembuka KAA ke-63 dengan tema Beyond The Bandung Spirit yang merupakan gambaran baik antara Bandung sebagai ibu kota negara Asia Afrika.

“Meski ini rangkaian pembuka, namun sebelumnya sudah ada beberapa kegiatan dalam rangka KAA ke-63. Mulai dari lomba mewarnai, aksi donor hingga pembagian buku,” ujar Meinarti, baru-baru ini.

Meinarti mengatakan, pada upacara kali ini diikuti oleh perwakilan Provinsi Jabar, Kota Bandung, TNI, Polri hingga 200 pelajar yang dekat dengan musium KAA.

“Rangkaian terakhir akan ditutup dengan penurunan semua bendera negara KAA dan PBB yang akan dilakukan oleh Pramuka Kwarcab Kota Bandung pada 30 April nanti,” ujarnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Cecep Hermawan menjelaskan, KAA sudah memiliki model lebih baik setiap tahunnya.

Salah satu aspek yang diangkat, kata dia, tentang kerja sama dengan negara-negara Afrika.

“Kenapa Afrika, sejauh ini negara Asia relatif sudah terbangun,” ujar Cecep.

Cecep mengatakan, Kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara Afrika sangat menjanjikan.

Hal itu menjadi salah satu alasan yang mendasari Pemerintah Republik Indonesia mengadakan The Indonesia-Africa Forum, di Bali baru-baru ini.

Kata Cecep, ada dua aspek yang dikemukakan kepada negara sahabat. Indonesia menawarkan kerjaa sama teknik, serta kerja sama bantuan teknik dengan negara-negara di Afrika untuk mendukung kapasitas negara-negara Afrika.

“Kontribusi negara Afrika juga merupakan peluang yang harus diraih,” kata cecep.

Penanggung Jawab Sementara (PJS) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menambahkan, sebagai ibu kota Konferensi Asia Afrika, Bandung memiliki keterikatan hubungan kerja sama dengan sejumlah negara dari benua Afrika.

Selama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melakukan kerja sama ekonomi dengan Maroko dengan komoditas fesyen.

“Sudan juga sudah mulai terkoneksi dengan Pemprov Jabar mengenai peternakan dan pertanian. Saat ini, tengah dijajaki kerja sama pariwisata dengan Tunisia,” ungkapnya.

Solihin mengatakan, Kota Bandung tidak memiliki sumberdaya lain selain sumber daya manusia. Kemampuan tersebut harus bisa di optimalkan sebaik mungkin. Potensi itu yang membedakan Bandung dengan kota yang lain.

“Kita punya perguruan tinggi terbaik yang ada di negara kita, berarti kan SDM nya harus SDM yang sangat baik, kita akan tawarkan ke mereka. Orang Bandung harus kreatif dari berbagai hal, hanya kreatifitas yang bisa menunjang perekonomian di Kota Bandung,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds