Berdakwah Melalui Kaos, Kekinian Banget

Kaos dan topi produk Septian Sharif Hidayat di Pusdavstore di Pusdai Bandung (Nur Fidiah/Radar Bandung)

Kaos dan topi produk Septian Sharif Hidayat di Pusdavstore di Pusdai Bandung (Nur Fidiah/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Berdakwah sekarang tidak hanya dilakukan di dalam masjid. Bentuknya pun bukan lagi secara lisan yang biasa dilakukan para ustaz yang kadangkala terkesan membosankan dan menggurui.

Maka, Kota Bandung yang terkenal dengan kreativitas anak muda kali ini melahirkan clothing dakwah pertama di Bandung.

Melihat banyaknya gambar dan tulisan nyeleneh di kaos yang biasa dipakai oleh anak muda membuat seorang Septian Sharif Hidayat akhirnya tergerak untuk merubahnya menjadi lebih baik tetapi kesan trendy tidak ditinggalkan.

“Saya resah melihat di luaran sana banyak yang pakai kaos band atau distro tetapi gambarnya itu tidak layak ditampilkan, seperti perempuan tidak pakai baju atau unsur porno lainnya, memang tidak banyak tapi yang kecil-kecil itu justru nanti akan membesar,” ujarnya kepada Radar Bandung di Pusdavstore di kawasan Pusdai Bandung, belum lama ini.

Berawal dari sana, akhirnya Septian yang tergabung di Remaja Masjid Aktivis PUSDAI membuat clothing line dengan unsur agamis.

Di tahun 2015 ia mulai mengajak teman-temannya yang memiliki distro online untuk bergabung dalam usahanya sehingga terbentuklah store dengan nama Pusdavstore.

“Saya mau bikin distro berbasis islamic clothing, meski namanya islamic disini desain kaosnya tidak kalah keren dengan yang pakai konsep luar,” tambahnya.

Alasan Septian menggunakan kaos sebagai media berdakwahnya adalah diambil dari keseharian anak muda yang sering memakai kaos sebagai pakaian sehari-hari. Barang yang selalu melekat dan dibutuhkan setiap orang

. Berangkat dari pemikiran tersebut akhirnya ia mulai mendesain gambar untuk kaosnya tetapi kata-kata atau gambar yang digunakan diambil dari hadist.

“Kenapa dari hadist karena itu kamus yang paling baik dan lengkap,” imbuhnya.

Ia sadar akan ada pro kontra dari pembuatan kaos islamic ini, unsur agama yang begitu sensitif di masyarakat Indonesia sempat membuatnya berpikir 2 kali tetapi tujuannya yang ingin mengubah mindset anak muda yang memandang islam itu kaku tergantikan.

Agar tidak menimbulkan keresahan di setiap gambar dan tulisan yang dibuatnya, Septian selalu berunding dengan ustadz atau ulama.

“Semua gambar dan tulisan yang saya buat itu sebelumnya dikasih lihat dulu ke ustadz, setuju atau tidak, apakah nanti menimbulkan keresahan atau bahkan permasalah. Karena balik lagi, agama itu sensitif jadi harus hati-hati,” jelasnya.

loading...

Feeds

Telkomsel dan Erajaya Hadirkan HALO Device Plan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel bekerjasama dengan …