Belum Kantongi IMB, DPMPTSP Kota Cimahi Setuju Pembangunan Perumahan di Sekitar Kampung Adat

Rencana pembangunan perumahan di dekat Kampung Adat Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

Rencana pembangunan perumahan di dekat Kampung Adat Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi, Meity Mustika, mengatakan sejauh ini pembangunan perumahan di RW 10 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Dalam aturannya, kalau belum memiliki IMB maka, tidak boleh ada aktifitas apa pun,” ungkap Meity Mustika.

Dia melanjutkan, untuk perizinan pembangunan pihaknya sudah mengeluarkan izin prinsip, siteplan, dan Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT). Bahkan, saat ini pihak pengembang tengah mengajukan pengesahan gambar untuk proyek di dekat kampung adat Cirendeu itu.

“Mereka (pengembang) mengaku sudah ada izin dari sesepuh Kampung Cireundeu,” katanya.

Kendati demikian, tidak semua warga Cireundeu menyetujui adanya proyek pembangunan perumahan itu. Sebab, warga khawatir terjadi bencana alam yang bisa menyebabkan kerugian bahkan korban jiwa.

Akan tetapi, meskipun tidak semua warga setuju dengan pembangunan tersebut namun, pihak DPMPTSP menyetujui pembangunan tersebut.

Bahkan, diklaim bahwa kajian teknis terhadap lingkungan yang dilaporkan pengembang disetujui karena hasilnya bagus.

Untuk saat ini, IPPT dan izin lingkungan juga sedang proses di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai salah satu syarat penerbitan IMB. Selain itu, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) juga sudah diperhitungkan.

“Jadi dari aspek tata ruangnya itu sudah ada kajian. Kenapa izin prinsipnya keluar, karena salah satunya sudah ada izin dari warga setempat,” pungkasnya.

Saat ini, meski belum memilki IMB dari Pemerintah Kota Cimahi, pihak pengembang sudah melakukan aktifitas pengerjaan proyek dengan membuat jalur untuk akses jalan menuju pembangunan.

Izin proyek pembangunan perumahan di RW 10 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan belum jelas. Kendati perizinannya belum selesai, namun pihak pengembang sudah melakukan tahap pengerjaan.

Pantauan di lokasi Senin (23/4), dua unit mobil keruk dan alat berat lainnya sudah beraktifitas di lahan hijau seluas 6,3 hektar. Pihak pengembang pun sudah membuat jalan untuk akses pengangkutan material ke tempat yang rencanannya akan dijadikan 463 unit rumah berbagai tipe.

(gat)

loading...

Feeds