Mendagri: Kalau Gaji Naik Seribu Kali Lipat tapi Mentalnya Korup, Ya, Tetap

Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Ist

Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Ist

POJOKBANDUNG.com – Menteri Dalam Negeri RI beranggapan, wacana kenaikan gaji kepala daerah akan sia-sia jika mental tetap para pejabat koruptif.

“Kalau gaji naik seribu kali lipat tapi mentalnya korup, ya, tetap (korupsi),” ujar Tjahjo usai memberikan arahan pada acara Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, baru-baru ini.

Tjahjo mengatakan bahwa pihaknya terus menggelar sosialisasi tentang areal rawan korupsi kepada para calon kepala daerah. Hal ini sangat penting agar para calon terpilih berhati-hati dalam bertindak atau membuat kebijakan.

“Ide kami dulu, begitu KPU mengumumkan calon, langsung cepat pembekalan. Tapi sekarang ini, kan, berkejaran dengan banyaknya OTT KPK. Mudah-mudahan (OTT Bupati) KBB kemarin menjadi yang terakhir di Jabar,” kata Tjahjo.

Melalui sosialisasi yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tjahjo berharap dapat menyadarkan dan memberi edukasi kepada seluruh calon kepala daerah.

“Apa pun gerak dan langkah itu diikuti oleh masyarakat, oleh pers, KPK, kepolisian, kejaksaan,” ucap Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan, area rawan korupsi itu ada pada pengangkatan Aparatur Sipil Negara dan masalah jual beli barang dan jasa, kata dia, termasuk masalah perencanaan anggaran, retrebusi pajak dan hibah Bansos.

“Jual beli jabatan itu yang kerap kali dipermainkan untuk korupsi,” sambungnya.

Sebelumnya, usulan kenaikan gaji kepala daerah disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan kepada Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Hal tersebut dilakukan agar para kepala daerah bisa terhindari dari tindakan koruptif.

“Saya kira gaji kepala daerah nanti dinaikkan. Usulan ini saya sampaikan langsung kepada Pak Mendagri yang kebetulan ada di sini,” kata pria yang akrab disapa Aher ini.

Aher beralasan, gaji kepala daerah perlu dinaikkan. Sebab, bila dikalkulasikan, gaji bulan yang didapat kepala daerah tidak sebanding dengan modal politik yang dikeluarkan saat menjalani masa kampanye.

“Menjadi seorang kepala daerah itu  banyak ke khidmatnya daripada memikirkan soal materi. Saya kira di sini kehebatan para calon kepala daerah. Insya Allah Pilkada Serentak 2018 di Jabar  berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds