Kinerja Triwulan I Tahun 2018, Aset Bank Bjb Tembus Rp 110,8 T,

Pemaparan Analyst Meeting Q1-2018 di Glass House Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, Jumat (20/4). (Istimewa)

Pemaparan Analyst Meeting Q1-2018 di Glass House Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, Jumat (20/4). (Istimewa)

POJOKBANDUNG.com – Catatan positif ditorehkan oleh bank bjb terkait kinerjanya di awal tahun 2018 dengan berhasil mencatatkan total aset (tidak termasuk anak perusahaan) sebesar Rp110,8 triliun atau tumbuh sebesar 13% year on year.

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan mengatakan, membuka awal tahun ini di triwulan pertama 2018, bank bjb berhasil melakukan efisiensi yang terlihat dari cost to income ratio yang mengalami penurunan dari 68,9% di Triwulan I tahun 2017 menjadi 62,7% di Triwulan I tahun 2018.

“Efisiensi biaya operasional dibarengi dengan pengelolaan kredit yang baik, yang tercermin dari stabilnya rasio NPL, dimana per Triwulan I tahun 2018, NPL gross sebesar 1,6%, atau terjaga jika dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2017. Rasio NPL tersebut jauh dibawah rasio NPL Indunstri Perbankan Februari 2018 yang sebesar 2,88%,” katanya saat pemaparan Analyst Meeting Q1-2018 di Glass House Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, Jumat (20/4).

Dalam kesempatan ini hadir pula jajaran Direksi, Dewan Komisaris bank bjb serta tamu undangan yang merupakan analis-analis pasar modal maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

Dijelaskan Irfan, untuk net interest income pada Triwulan I tahun 2018 adalah sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh sebesar 3,6% year on year sejalan dengan ekspansi kredit yang mencapai 13,2% year on year (tumbuh diatas pertumbuhan kredit industri perbankan Februari 2018 yang sebesar 8,32%).

Ada pun outstanding kredit bank bjb tercatat sebesar Rp71 triliun, atau tumbuh sebesar 13,2% dibandingkan dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, pertumbuhan kredit ditopang dari kredit konsumer yang menjadi pilar pertama bisnis bank bjb, dimana segmen ini mampu tumbuh sebesar Rp2,7 triliun atau sebesar 6,2% year on year.

Salah satu pendorong pertumbuhan kredit konsumer yaitu meningkatnya pertumbuhan kredit pensiunan yang naik menjadi Rp10,6 triliun.

Segmen lain yang memberikan kontribusi tinggi bagi perseroan adalah kredit korporasi dan komersial yang berhasil tumbuh Rp3,4 triliun atau 38% year on year hingga mencapai Rp12,6 triliun.

“Total kenaikan kredit korporasi dan komersial ini sebagian besar merupakan kredit-kredit yang bersumber dari proyek pemerintah (APBD/APBN) serta kredit lain yang tingkat risikonya relatif rendah dan terukur,” ungkapnya.

Sementara itu untuk segmen Mikro, berhasil tumbuh 32,5% year on year yang disalurkan melalui BPR dan LKM serta Mikro dengan model clustering sehingga kualitas kredit UMKM ini dapat terjaga dengan baik.

Pada sisi pendanaan, bank bjb berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dengan didukung pengembangan IT yang baik. Upaya tersebut bertujuan untuk dapat mempermudah layanan transaksi nasabah.

Hal tersebut menjadi salah satu strategi bank bjb untuk meningkatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). bank bjb berhasil mencatatkan DPK pada triwulan I tahun 2018 sebesar Rp87 triliun atau tumbuh sebesar 11,3 % year on year, diatas pertumbuhan DPK industri perbankan per-Februari 2018 yang sebesar 8,44%.

loading...

Feeds