Mendekati Bulan Ramadan, Awas Penimbunan Sembako

Pedagang Pasar Kiaracondong sedang menjaga dagangannya. (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

Pedagang Pasar Kiaracondong sedang menjaga dagangannya. (AZIZ ZULKHAIRIL/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com – Mendekati bulan Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Barat (Jabar) meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan penyimpanan kebutuhan pokok masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan kelangkaan sembilan bahan pokok (sembako) karena adanya praktik penimbunan.

Koordinator satgas pangan Jawa Barat sekaligus Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Samudi menjelaskan, pengawasan akan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut sebagai pemberi ketenangan kepada seluruh masyarakat terutama yang berkaitan dengan kebutuhan bahan pokok.

“Jadi harapanya adalah harga tidak naik barang tidak langka dan yang terpenting adalah tidak ada penimbunan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Bandung, baru-baru ini.

Samudi mengatakan, hal tersebut akan di rapatkan dengan beberapa instansi terkait dengan pemerintah Jawa Barat, kaitan Satgas Pangan dengan pemerintah dangat penting. Seperti pada tahun lalu kemungkinan akan di adakan kembali Oprasi Mendadak (Sidak).

“Kemungkinan dinas perdagangan mengundang dan melaksanakan sidak, sekaligus mengecek pasar,” ungkapnya.

Kata Samudi, saat ini Satgas Pangan Jawa Barat belum melihat adanya beberapa kenaikan harga bahan pokok yang naik secara signifikan dan ia merasa, harga masih stabil selama pemantauan yang dilakukan akhir-akhir ini.

“kita tiap hari monitor kita melaporkan ke Markas Besar Polri, tidak hanya sembako, termasuk harga gas LPG kita juga monitor,” sambungnya.

Masih kata Samudi, gejolak kenaikan harga belum bisa di pastikan, semua harga di Jawa Barat menurutnya tidak ada kenaikan harga lebih dari yang di tentukan pemerintah, Termasuk harga beras, kenaikan beberapa harga beras ia rasa masih wajar.

“Beras itu kita pantau, sampai saat ini harga besar masih wajar,” tuturnya.

Kendati demikian, harga beras ia rasa berbeda-beda, namun untuk beras yang biasa menjadi kebutuhan masyarakat seperti beras medium, ia mengatakan, akan mendapatkan pantauan serius, terkait untuk kebutuhan orang banyak.

“Iya beras medium yang kita serius pantau,” jawabnya

Lebih lanjut Samudi menjelaskan, aturan praktek penimbunan masih abu-abu, seperti yang sering ditemui di lapangan, beberapa pedagang di pasar kerap menimbun tidak sesuai pasokan, sehingga dampaknya terjadi kelangkaan.

“Yang terpenting, pasokan aman harga normal di gudang pun tidak ada yang menimbun,” ungkapnya.

Samudi menghimbau, Pedagang bisa meminimalisisr penimbunan-penimbunan bahan pokok, karena penimbunan bisa langsung berhadapan dengan hukum. Masyarakat wajib faham akan hal itu dan seluruh kegiatan tersebut di awasi langsung Satgas Pangan.

“Jadi jika ditemukan salah satu pasar terlihat kosong, tapi di gudang ada, itu yang saya katakan nimbun, walau ijin dua ton untuk ditimbun tapi tetap saya katakan menimbun,”pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds