Satpol PP Kota Bandung Sebut Kesadaran PKL Minim

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menilai, kesadaran para pedagang kaki lima untuk tidak berjualan di zona-zona terlarang masih minim. Para pedagang dinilai masih bersembunyi-sembunyi setelah ditindak.

Untuk itu, dengan mengerahkan pasukan kurang lebih 120 anggota, pada pukul 09:00 WIB, Satpol PP Kota Bandung melangsungkan oprasi PKL di Jalan Ahmad Yani-Jalan Riau-Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandar Dinata dan di Jalan Dalem Kaum.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi menjelaskan, semua pedagang kaki lima yang terlihat melakukan pelanggaran, akan langsungsung diberikan tindakan dan teguran. Hal tersebut sebagai pemberian efek jera.

“Yang jelas jika ada pelanggaran, kami langsung aman kan saja,” ujar Taspen di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, baru-baru ini.

Taspen mengatakan, kebanyakan pelanggar zona merah berjualan adalah pedagang kaki lima di damping bahu jalan dan diatas trotoar milik para pejalan kaki. Pedagang tersebut terkadang kerap kali berpindah-pindah dan bersembunyi jika petugas Satpol PP turun kejalan.

“Sudah menjadi otak-otak pedagang yang melanggar, kalau ada petugas memang mereka minggir, tidak ada petugas mereka melanggar, seharusnya mereka sadar kalau dilarang ya jangan berjualan di trotoar lagi,” tuturnya.

Kata Taspen, oprasi rutin yang digelar Satpol PP setiap harinya, masih kerap kali di acuhkan pedagang, menurutnya hal tersebut perlu ada kesadaran tersendiri kepada seluruh pedagang kaki lima. Jika semua sesuai aturan, ia rasa akan tertib dan penjual pun berdagang dengan nyaman.

“Trotoar itu bukan tempat dagang, trotoar kan untuk pejalan umum, harus diberikan sebagaimana mestinya jangan ada kecemburuan sosial,” ungkapnya.

Masih kata Taspen, selain untuk mengurangi kecemburuan sosial antara pedagang kaki lima dan pejalan kaki, melarang pedagang kaki lima berjualan ditrotoar ditunjukan untuk meminimalisir angka kecelakan.

“Kalau pejalan umum tidak diberikan ruang, jika nanti ada kecelakan seperti apa,” sambungnya.

Lebih lanjut Taspen menjelaskan, Oprasi rutin itu dilaksanakan berdasarkan payung hukum yang jelas, sehingga para pedagang kaki lima yang berjualan di zona merah seperti trotoar sudah layak untuk diberikan tindakan dan teguran.

“Pedoman kami jelas Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan, nomor 11, 2005, tentang ketertiban umum,” jawabnya.

Taspen menghimbau, para pedagang kaki lima yang masih sembunyi-sembunyi ada baiknya berdagang sesuai zona-zona yang tidak dilarang, jika masih terus berdagang, Satpol PP Kota Bandung pun tidak akan jera terus menindak.

“Berdaganglah di tempat yang bukan zona merah atau yang di larang, harus seseuai perda,” pungkasnya.

(cr3)

loading...

Feeds

Telkomsel dan Erajaya Hadirkan HALO Device Plan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel bekerjasama dengan …