Melalui Workbook Pendidikan Anak Usia Dini Semakin Diperhatikan

PARTNER: Dari kiri ke Kanan Program Development Director, Yudi Kartiwa, Educator SOS Children's Villages Lembang, Anna Justiana, Branch Manager Astragraphia Bandung, Wempy Hatalaibessy, Corporate Communications Astragraphia, Mita Jasmine Surono. 
( Foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

PARTNER: Dari kiri ke Kanan Program Development Director, Yudi Kartiwa, Educator SOS Children's Villages Lembang, Anna Justiana, Branch Manager Astragraphia Bandung, Wempy Hatalaibessy, Corporate Communications Astragraphia, Mita Jasmine Surono. ( Foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com LEMBANG – Berbagai program kini sedang digiatkan oleh Astragraphia dan SOS Children’s Villages Indonesia untuk pendidikan anak usia dini atau prasekolah, workbook merupakan salah satunya.

Workbook adalah program berjenjang selama tiga tahun (2017-2019) untuk menjangkau 10 ribu anak usia dini di Jawa Barat dan DKI Jakarta‎. Hal ini dicanangkan guna mendukung program wajib belajar pemerintah, serta mendukung pendidikan dini anak-anak Indonesia.

Informasi yang diterima Pojok Bandung, UNICEF mengeluarkan data bahwa 50 persen anak di Indonesia hidup dengan kekurangan konten pendidikan.

Branch Manager Astragraphia Bandung, Wempy Hatalaibessy menyebut, 2018 adalah fase kedua setelah tahun lalu. Setiap tahun ada 3.500 buku yang disebarkan di beberapa wilayah di Jawa Barat, kali ini Lembang, Kabupaten Bandung, menjadi sasaran target workbook.

“SOS Children’s Villages Indonesia berasa di Lembang, disini kami percayakan sepenuhnya kepada mereka untuk program workbook,” ujarnya yang didampingi Corporate Comunications Astragraphia, Mita Jasmine surono kepada wartawan di NTC SOS Lembang, Jumat (20/4/2018).

Wempy menjelaskan, selain memberikan buku dengan konten pendidikan usia dini ada pelatihan kepada guru TK dan PAUD melalui metode pengajaran yang sesuai.

“Hal ini kami serahkan kepada tenaga pelatihan yang telah teruji dari SOS Children’s Villages Indonesia,” imbuhnya.

Ia mengatakan, perusahaan yang bergerak dalam bidang printing ini pun tidak menutup celah bagi donatur perusahaan lain yang ingin ikut bergabung dengan penyaluran workbook.

“Setiap akhir tahun ada revisi workbook, karena disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di wilayah tersebut. Jadi workbook jilid 2 kali ini sangat berbeda isinya dengan jilid 1, tahun depan jilid 3 kemungkinan besar ada revisi juga,” bebernya.

Mita menambahkan, workbook dicetak menggunakan kertas daur ulang, sehingga ramah lingkungan. Tak cukup sampai disana, workbook merupakan pengadaptasian program Internasional dan Indonesia negara ketiga setelah Philipine dan Myanmar.

loading...

Feeds