Lilis Santika Dorong Kuda Renggong Diakui Sebagai HAKI

KUDA RENGGONG INOHONG: Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB dapil Jawa Barat IX, Hj Lilis Santika bersama unsur Forkompimka Sumedang mendukung kuda renggong segera mendapatkan HAKI dalam Karnaval Kuda Renggong Inohong, di Alun Alun Sumedang Rabu (18/4/2018).

KUDA RENGGONG INOHONG: Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB dapil Jawa Barat IX, Hj Lilis Santika bersama unsur Forkompimka Sumedang mendukung kuda renggong segera mendapatkan HAKI dalam Karnaval Kuda Renggong Inohong, di Alun Alun Sumedang Rabu (18/4/2018).

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG – Kuda Renggong sebagai salah satu kesenian asli Sumedang sudah seharusnya diakui sebagai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) milik Kabupaten Sumedang. Demikian disampaikan Anggota DPR RI Hj Lilis Santika saat menghadiri acara Kuda Renggong Inohong yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-440 Kabupaten Sumedang, Rabu (18/4/2018) di Alun-Alun Sumedang.

“Sudah seharusnya kesenian Kuda Renggong yang merupakan kesenian asli Sumedang ini dikukuhkan dalam HAKI. Tujuannya supaya Sumedang dikenal dan menjadi khasanah kekayaan budaya Sumedang yang tak ternilai harganya,” ungkap Hj Lilis usai menaiki kuda renggong sambil diarak.

Untuk itu, anggota dewan perempuan dari Komisi VIII DPR RI ini turut mendukung dan mendorong agar Kesenian Kuda Renggong segera dimasukan ke dalam HAKI.

“Kami sangat mendorong dan mendukung seni Kuda Renggong masuk HAKI, ini menjadi kekayaan budaya Sumedang yang sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan salah satu wujudnya sekarang ini dengan mengajukannya agar diakui sebagai hak atas kekayaan intelektual milik Kabupaten Sumedang,” tandasnya.

Dalam pentas Kuda Renggong Inohong ini, sejumlah pejabat dari mulai Bupati dari beberapa kabupaten di Jawa Barat, Anggota DPR RI, tokoh masyarakat, Forkompimka, ikut menunggangi kuda yang mampu berlenggak-lenggok sambil diiringi irama musik khas Kuda Renggong.

Tidak pelak, aksi ini mengundang decak kagum dari para penonton yang menyemut memenuhi Alun-Alun Sumedang.

Seperti diketahui Kesenian Kuda Renggong muncul sejak tahun 1910 ketika Kabupaten Sumedang dipimpin oleh Bupati Aria Suriatmadja atau Pangeran Mekkah yang dikenang dalam monumen Lingga di Alun-Alun Sumedang.

Kesenian ini merupakan hasil kreasi dari Ki Sipan, seniman asal Cikurubuk Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Dalam perkembangannya Kesenian Kuda Renggong kerap dihelat dalam acara pernikahan, hitanan, dan kini kerap muncul dalam festival-festival seni tradisional terutama di Sumedang.

Selain ramai dihelat di daerah asalnya, seni Kuda Renggong kini sudah disukai masyarakat Jawa Barat terbukti kesenian ini bisa dijumpai di beberapa kota kabupaten di Jawa Barat, seperti Subang, Bandung, Purwakarta, Majalengka dan lainnya. Bahkan, beberapa waktu lalu Pemkab Sumedang telah menghibahkan beberapa Kuda Renggong beserta alat musiknya ke Batam dengan tujuan agar kesenian ini go internasional.

(*)

loading...

Feeds