Kanwil DJP Jabar: Jangan Ada Lagi yang Mengelabui Kami

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat, melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat (Nur Fidia/Radar Bandung)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat, melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat (Nur Fidia/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com – Gali potensi penerimaan perpajakan maupun potensi penerimaan bea cukai pada penerimaan pajak, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat, melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat bertempat di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika 114, Senin (16/4).

Kerjasama dalam bentuk Joint Analysis, Joint Profil, Joint Investigasi, dan Audit ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dalam rangka optimalisasi pertimbangan negara.

“Bentuk kerjasama ini adalah bersama-sama dengan Ditjen Pajak untuk mengawasi dan menggali potensi penerimaan perpajakan maupun bea cukai,” ucap Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Saifullah Nasution kepada Radar Bandung, Senin (16/4).

Tak cuma itu, Saifullah juga menambahkan, akan mengutamakan pelayanan yang diberikan oleh DJBC Jabar  kepada masyarakat agar lebih teredukasi mengenai pembayaran pajak dan SPT.

“Kami lakukan pelayanan terbaik artinya kita bukan hanya melayani tapi juga memberikan pelayanan sehingga yang dilayani merasa puas dan secara proaktif memberikan pengetahuan mengenai pelaporan pajaknya maupun pemberitahuan ke bea cukai lebih baik,” sambungnya.

Joint Analysis ini juga bertujuan untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak, termasuk impor tujuan ekspor dan pelaku usaha ekonomi khusus. Saifullah juga mengatakan bahwa kerjasama ini untuk mencegah adanya kecurangan yang dilakukan oleh para pengusaha.

“Sehingga tidak ada lagi peluang pengusaha yang mencoba mengelabui dengan tidak memberitahukan SPT-nya,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo, mengapresiasi program kerjasama yang sudah dilakukan sejak lama hanya saja untuk sekarang lebih diseriuskan dalam segi pengawasan.

Ia pun berharap dengan adanya kerjasama antar badan yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan ini tidak ada lagi yang main-main mengenai pelaporan spt.

“Kami sekarang lebih kuat karena sekarang satu di Kementerian Keuangan, semoga dengan penandatanganan ini tidak ada lagi yang main-main mengenai wajib pakai, itu untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Dengan slogan ‘Amankan Penerimaan’, Yoyok menambahkan bahwa selama ini penerimaan pajak sudah aman hanya lebih diperketat saja dengan kerjasama ini.

“Bedanya dulu kita kerja masing-masing, sekarang sama-sama,” tutupnya. Ia pun berharap target Rp 118 Triliun penerimaan pajak tahun ini bisa terlampaui.

(fid)

loading...

Feeds